Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Sempat Berputar di Langit Batam, Pesawat Airfast Mendarat Darurat di Pantai Ocarina

Sabtu, 10 Maret 2018

Pesawat Airfast mendarat darurat di perairan Ocarina. (Foto: Indra/FokusRiau.Com)

BATAM-Pesawat Airfast Indonesia PK-OCK terpaksa harus mendarat darurat di perairan Pantai Ocarina Batam Center, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 14.00 WIB. Pesawat terbang dari Anambas dan diduga mengalami kerusakan mesin.

Kurang dari satu jam sebelum pendaratan darurat, pilot sempat mengubungi ATC Bandara Internasional Hang Nadim untuk meminta izin pihak otorita bandara melakukan pendaratan darurat. Dua lokasi menjadi alternatif pilihan adalah perairan Ocarina di Batam Center atau Perairan Marina di Sekupang. Sang pilot kemudian memilih perairan Ocarina, karena lokasi sepi.

General Manager BUBU Internasional Hang Nadim Batam Suwarso yang saat itu langsung turun ke lokasi menuturkan, sekitar pukul 13.00 WIB, pihak bandara mendapat kontak kalau pesawat mengalami gangguan dan meminta izin untuk pendaratan darurat.

"Pesawat sempat berputar-putar di langit Batam sebelum memilih mendarat darurat. Pesawat membawa delapan penumpang dari Pulau Bawah," kata Suwarso kepada wartawan, Sabtu sore. 

Disebutkan, pendaratan darurat ini murni disebabkan kerusakan landing gearpesawat sebelah kiri, bukan pengaruh cuaca. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sebanyak delapan penumpang dan dua awak pesawat dievakuasi dalam kondisi selamat.

Diketahui, pesawat jenis ini bisa melakukan pendaratan di darat dan air. Terkait kondisi pesawat, kata Suwarso, teknisi sudah mencoba memperbaiki kerusakan pada landing gear belakang sebelah kiri. Namun setelah diuji pilot, kondisi pesawat masih belum bisa dipastikan. “Pilotnya masih memastikan bahwa landing gearnya benar-benar baik,” ujarnya.

Selain kondisi yang belum pasti, pesawat juga tidak diizinkan melakukan penerbangan karena sudah terlalu sore. Ditambah cuaca saat itu tiupan angin kencang yang cukup kencang.

Informasi terakhir, dua wisatawan asing asal Singapura yang menumpang di pesawat Airfast tersebut telah dipulangkan melalui pelabuhan Feri Internasional di Batam. Sedangkan enam penumpang lainnya diketahui sebagai pekerja di Pulau Bawah.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki, Kapolsek Batam Kota Kompol Firdaus dan Kasat Polairud Polresta Barelang AKP Syamsurizal bersama aparat keamanan turun ke lapangan. Termasuk Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar juga ikut turun ke lokasi setelah mendengar kabar adanya pesawat mendarat darurat di Batam. (indra h piliang)


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus