Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Politik

Senator Riau Optimistis Firdaus-Rusli Bakal Ungguli Tiga Paslon Lain di 27 Juni

Minggu, 03 Juni 2018


PEKANBARU-Banyak tokoh Riau semakin yakin dan percaya, pasangan calon (Paslon) nomor urut 3, Firdaus-Rusli, bakal mengungguli tiga Paslon lain di Pilgubri dan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau periode 2019-2024. 

Disamping sepak terjang Firdaus-Rusli yang sangat berkesan di hati konstituen saat kampanye empat bulan terakhir, visi misi dan program yang ditawarkan dinilai paling realistis dan tepat untuk membawa Riau keluar dari kondisi yang tidak berpihak kepada masyarakat empat tahun terakhir.

"Dari awal saya sudah memprediksi Paslon nomor urut 3, Firdaus-Rusli, ini paling besar peluangnya untuk dipilih masyarakat Riau. Dan, faktanya dari informasi serta pengamatan saya sampai saat ini dukungan pada keduanya memang semakin luar biasa di seluruh kabupaten/kota," kata Anggota DPD RI Abdul Gaffar Usman kepada media ini, Minggu (2/6/2018) siang.

Ditanya berapa persen suara yang akan diraih Firdaus-Rusli saat pemilihan 27 Juni nanti, Senator asal Riau ini memperkirakan antara 33 sampai 35 persen. "Prediksi saya begitu, jika melihat dukungan yang semakin menguat dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau," sebut Gaffar Usman.

Dibandingkan tiga Paslon lain, kata Gaffar Usman, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Firdaus-Rusli harus jujur diakui lebih mendekati pemimpin ideal yang dibutuhkan Riau saat ini dan ke depannya. Sebab, Dr Firdaus MT mempunyai banyak dimensi keunggulan yang tidak dimiliki oleh calon lainnya.

Faktanya, kata Senator Riau ini, Cagubri Firdaus dan Cawagubri Rusli Effendi tidak kesulitan dalam menyampaikan maupun meyakinkan konstituen selama masa kampanye dialogis yang hampir berakhir ini. 

"Firdaus itu berasal dari kalangan masyarakat biasa dan berasal dari orang susah. Dia juga punya pengalaman dalam melaksanakan tugas pemerintahan, selalu bergaul dengan banyak kalangan dan tidak pernah tinggi hati. Itu yang membuat dia tak ada kesulitan dalam meyakinkan masyarakat di Riau," katanya.

Gaffar Usman yang mengaku kenal baik dan dekat dengan Firdaus sejak masih muda, mengungkapkan tiga hal di atas yang dia sampaikan, menjadi keunggulan yang dapat membawa Firdaus lebih mudah dalam memimpin Riau ke depan.

"Beliau itu dulunya orang susah. Saya masih ingat, sewaktu sekolah, dia berjalan kaki di sepanjang jalan Teratai Pekanbaru. Dia tahu betul bagaimana kehidupan orang susah dan dia akan dengan cepat meresponi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lapisan bawah, khususnya pedesaan, karena dia juga pemimpin lahir dari sebuah desa,'' ungkap Mantan Kakanwil Kementerian Agama Riau ini.

Disamping itu, kata dia, Firdaus juga tidak memerlukan banyak penyesuaian dalam melaksanakan tugas pemerintahan di tingkat provinsi. Sebab, Firdaus sudah memiliki pengalaman yang cukup, mulai dari sebagai honorer, hingga menjadi kepala dinas lantas dipercaya menjadi Wali Kota Pekanbaru.

Jadi, lanjutnya, ketika seorang pemimpin tidak memahami apa yang akan dia laksanakan, dia membutuhkan waktu yang panjang untuk bisa segera memenuhi apa yang menjadi tugasnya.

''Ya, bahasanya, kalau seorang pemimpin biasa memegang SIM C, lantas disuruh membawa dump truk tentu akan sulit dan butuh waktu panjang untuk mempelajari tugas yang harus dilaksanakan. Sementara masyarakat membutuhkan solusi cepat,'' kata dia. 

Keunggulan lainnya, menurut Gaffar adalah Firdaus termasuk pemimpin yang mudah bergaul dan tidak terbatas wilayah. Pergaulan itu akan banyak membantu tugasnya, khususnya ketika dihadapkan pada persoalan-persoalan dan tugas-tugas besar yang kadang tidak bisa dipecahkan sendiri.

Gaffar mencontohkan, Pekanbaru adalah satu-satunya wilayah di Riau yang berhasil keluar dari persoalan pembatasan perizinan ketika Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau tak kunjung disahkan beberapa waktu lalu.

Hal tersebut karena Firdaus mau memanfaatkan pergaulannya untuk memudahkan tugas-tugas atau kendala dalam menjalankan tugas pemerintahan. "Dalam menjalankan tugas pemerintahan, seorang pemimpin harus bisa berbuat sesuai dengan kebijakan dan mampu pula mempertimbangkan penerapan sebuah kebijaksanaan," jelasnya.

Banyak pemimpin tidak mampu membangun kreasi dalam menjalankan tugasnya karena terikat pada sebuah kebijakan. Dengan banyak berkomunikasi, kata dia, akhirnya Pemko Pekanbaru mencari solusi terhadap permasalahan perizinan sebelum terbitnya RTRW.
 
''Dia berkoordinasi dengan kementerian Pekerjaan Umum, Menteri Lingkungan Hidup sehingga RTRW yang belum tuntas pembahasannya tidak sampai menghambat apalagi menghentikan aktivitas perizinan yang bisa dikeluarkan Pemko Pekanbaru,'' ungkap Gaffar.

Diingatkan, visi Riau bukanlah berhadapan dengan kemajuan provinsi tetangga. Tapi dengan negara-negara tetangga. Karena itulah, seorang pemimpin yang hadir harusnya bukan pemimpin yang hanya sekadar bisa,  tapi harus mampu menjadikan Riau sebagai provinsi yang bisa bersaing dengan negara-negara tetangga.

"Visi Riau 2020 itu tinggal beberapa tahun lagi. Pemimpin Riau ke depan harusnya mengerti dan tahu bagaimana mencapai visi tersebut. Sosok berpengalaman, tidak tinggi hati dan mau bergaul dan berkomunikasi dengan banyak golongan itu menjadi penting,'' tukasnya. (rilis)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus