Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Seorang Pasien PDP Covid-19 Meninggal Dunia di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru

Kamis, 02 April 2020

Data Covid-19 di Riau, Kamis pagi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kasus Covid-19, Rabu malam meninggal di RSUD Arifin Ahmad, Kota Pekanbaru saat sedang menjalani perawatan. 

Juru Bicara penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yopi membenarkan hal itu. "Pasien PDP," ujar dr Indra, Kamis (2/4/2020).

Sampai saat ini belum diketahui riwayat pasien tersebut. Sampai Kamis pagi, jumlah kasus positif Covid-19 di Riau masih 3 orang dan satu orang sudah dinyatakan sembuh. Untuk jumlah PDP mencapai 119 orang dan ODP berjumlah 20.004 orang.

Jalani Rapid Test
Sementara itu, sebanyak 12 Orang Dalam Pemantuan (ODP) Covid-19 sudah menjalani rapid test di Puskemas Pekanbaru Kota, pagi ini. Belasan ODP tersebut secara bergantian diambil sampel darahnya lalu diuji dengan alat rapid test oleh petugas kesehatan.  

Seluruh ODP dan petugas kesehatan tampak mengenakan Alat Pelindung Diri (APD), seperti maker, sarung tangan dan baju berbahan plastik. Satu per satu ODP ini pun menjala rapid test dengan tertib. "Alhamdulilah hasilnya negatif," kata Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar saat meninjau pelaksanaan Rapid Test di Puskemas Pekanbaru Kota, Kamis (2/4/2020).

Gubernur Syamsuar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir dan Sekdako Pekanbaru M Noer MBS. Usai meninjau rapid test di Puskemas Kota, Gubri bersama rombongan langsung bergerak menuju ke Puskesmas Simpang Tiga.

Syamsuar mengungkapkan, Kamis ini merupakan jadwal pelaksanaan rapid test di Kota Pekanbaru yang dilaksanakan serentak. Di Pekanbaru ada 448 ODP yang dilakukan rapid test. "Mudah-mudahan hasilnya bisa diketahui cepat, kalau bisa siang sudah dapat hasilnya, berapa yang positif dan berapa yang negatif," imbuhnya.

Setelah dilakukan rapid test dan ditemukan ada yang positif, maka pasien tersebut akan ditindaklanjuti dengan pengobatan di rumah sakit dan tempat karantina yang sudah ditentukan. "Pasien yang positif ini nanti juga akan diambil swabnya untuk memastikan apakah benar pasien ini sudah terinfeksi virus corona atau belum," katanya.

Diketahui, sebanyak 6.800 rapid test bantuan dari pemerintah pusat sudah didistribusikan ke kabupaten kota dan rumah rujukan Covid-19 se Provinsi Riau, Minggu 29 Maret 2020.

Ribuan rapid test tersebut diserahkan ke dinas kesehatan kabupaten kota untuk selanjutnya melaksanakan pengecekan secara massal kepada masyarakat. Khususnya adalah masyarakat yang masuk dalam daftar Orang Dalam Pemantuan atau ODP.

"Rapid test sudah kita bagikan ke kabupaten kota, nanti pelaksananya itu nanti teman-teman dari dinas kesehatan kabupaten kota. Khususnya untuk ODP itu nanti teman-teman dinas kesehatan kabupaten kota yang melakukan rapid testnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir.

Sedangkan untuk rapid test tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani pasien suspek corona akan dilaksanakan oleh masing-masing rumah sakit. Jumlah rapid test yang ada saat ini sebanyak 6.800 dan akan ada penambahan lagi. Sebab selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov juga sudah membeli rapid test ini.

"Mudah-mudahan minggu depan sudah sampai penambahan rapid testnya. Kita akan laksanakan rapid test ini secara bertahap, semua ODP kita harapkan bisa kita lakukan rapid test semua," kata Mimi.

Saat ini sejumlah daerah di Riau sudah mulai melaksanakan rapid test. Namun sejauh ini belum diketahui hasilnya, berapa orang yang positif dan berapa orang yang negatif. Sebab Dinas Kesehatan Provinsi Riau belum menerima laporan dari kabupaten kota yang sudah melaksanakan rapid test. "Iya, benar beberapa kabupaten sudah mulai, tapi kita belum dapat laporan hasilnya," kata Mimi. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus