Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Seorang Warga Pelalawan Penderita HIV/AIDS Meninggal

Rabu, 17 April 2013


PANGKALAN KERINCI-Seorang penderita HIV/AIDS di Pelalawan, Selasa (16/4) akhirnya meninggal ketika menjalani perawatan di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. Korban baru menjalani perawatan setelah dibawa pihak keluarga dari puskesmas, Minggu (13/4) lalu karena melihat kondisi kesehatan korban yang terus menurun. Namun akibat kondisinya yang semakin memburuk, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya kemarin.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Pelalawan, Asril kepada wartawan, Selasa (16/4) mengatakan, beberapa minggu lalu korban mengalami luka serius pada bagian tubuhnya dan coba diobati di salah satu Puskesmas. Setelah beberapa hari melakukan pengobatan, puskesmas kemudian merujuk ke RSUD Selasih dan setelah dilakukan uji sample darah, ternyata korban teridentifikasi menderita HIV/AIDS. "Sehingga harus menjalani perawatan serius. Namun kondisinya semakin buruk dan pukul 04.30 WIB kemarin, korban akhirnya meninggal," kata Asril.    

Dikatakan, munculnya korban meninggal akibat terjangkit HIV/AIDS membuat pemerintah untuk bekerja keras meningkatkan program MDGS dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). "Seseorang akan tahu kalau dia terjangkit HIV/AIDS dengan melakukan uji sample darah atau VCT. Namun banyak orang yang tidak mau melaporkan hal tersebut dan persoalan inilah yang menjadi kendala dalam memantau keberadaan penderita HIV/AIDS di Pelalawan selama ini," papar Asril.

Menurutnya, tahun ini tercatat ada 14 orang warga yang positif terjangkit virus HIV dan tiga orang positif menderita AIDS. Tahun ini juga tercatat dua orang sudah meninggal akibat AIDS dan masih ada satu pasien AIDS yang sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit dengan kondisi kritis.

"Sejak tahun 2007-2012 kita telah menangani 67 kasus HIV/AIDS dan enam orang sudah meninggal ditambah tahun 2013 sebanyak dua orang  meninggal berarti total keseluruhan korban meninggal menjadi delapan orang," ungkapnya.      

Karena itu, menurut Asril, untuk meningkatkan penanganan HIV/AIDS, KPA Pelalawan telah membentuk IMS infeksi menular seksual di setiap kecamatan. Selain itu, tahun ini juga akan dibentuk tiga mobile VCT di daerah prevelensi penderita AIDS, seperti di Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras dan Teluk Meranti.

Sementara Direktur RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Endid Pratikno tidak mau berkomentar banyak terhadap korban AIDS yang meninggal tersebut. "Maaf pak, masalah HIV/AIDS dampaknya besar, terutama dampak sosialnya. Pasien HIV/AIDS harus dilindungi sesuai UU dan peraturan yang ada. Makanya kita sangat merahasiakan identitas korban," ucapnya. (eri)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus