Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Seret Prabowo dan Tommy Soeharto, Indonesia Masuk 10 Besar Aliran Uang Haram

Sabtu, 11 November 2017

Ilustrasi.(Foto: Int)

JAKARTA-Indonesia masuk pada urutan ketujuh negara yang memiliki aliran uang haram menurut Global Financial Integrity. Beberapa nama tokoh Indonesia ikut terseret dalam dokumen data Paradise Paper.

Koordinator Nasional Publish What You Pay (PWYP), Maryati Abdullah dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (11/11/2017) mengatakan, tak heran bila ada sejumlah nama dan tokoh Indonesia yang muncul dalam dokumen data Paradise Paper.

Menurutnya, pendataan yang bagus seperti di Inggris ataupun Amerika Serikat yang tak menjadi jaminan utama perusahaan melakukan pengemplangan pajak. Karena, hal yang terpenting adalah keterbukaan data untuk menghindari pencucian uang ataupun pendanaan terorisme.

"Kalau ibu Sri Mulyani dan Dirjen Pajak bilang sedang menyelidiki membandingkan data dengan SPT dan lakukan peringatan, kita tunggu hasilnya, kira-kira apa gebrakan langkah konkritnya," ujarnya seperti dilansir dari republika.co.id.

Maryati menilai, adanya kebijakan pengampunan pajak yang dilakukan beberapa waktu lalu masih kurang efektif karena hanya bersifat kuratif. "Karena tax amnesty belum bisa menghalau perusahaan-perusahaan cangkang. Cuman salah satu cara saja," kata dia.

Paradise Paper berisi 13,4 juta dokumen tentang pengusaha yang berinvestasi di luar negeri secara diam-diam. Tujuannya untuk menghindari kewajiban perpajakan.

Masih dari republika.co.id, nama Prabowo Subianto termasuk yang ada di dalam hasil laporan investigasi tersebut. Prabowo tercatat sebagai direktur Nusantara Energy Resources yang didirikan di Bermuda, negara suaka pajak yang berada di bawah teritori Inggris pada 2001.

Nusantara Energy Resources, menurut dokumen Appleby, ditutup pada 2004 dan tercatat sebagai debitor buruk.Tak hanya Prabowo, Tommy Soeharto tercatat sebagai direktur dan ketua dewan direksi di Asia Market Investment Ltd, sebuah perusahaan yang terdaftar di Bermuda pada 1997 dan ditutup pada 2000. 

Ada juga nama Mamiek Soeharto yang merupakan wakil presiden Golden Spike Pasiriaman Ltd dan pemilik saham serta petinggi Golde Spike South Sumatra Ltd yang terdaftar di Bermuda pada 1990-an dan saat ini sudah ditutup.(andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus