Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Setelah KPU Umumkan Kemenangan Jokowi, Begini Tahapan Pilpres 2019 Selanjutnya

Selasa, 21 Mei 2019

Ketua KPU Arief Budiman. (Foto:CNNIndonesia)

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang pemilihan presiden (Pilpres) 2019 dengan raihan 85.607.362 suara atau 55,50 persen dari total suara sah 154.257.601 suara.

Sementara pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 68.650.239 suara sah atau 44,50 persen dari total suara sah. Hasil itu berdasarkan rekapitulasi nasional penghitungan suara Pemilu 2019 di Jakarta, Selasa dini hari.

Usai pengumuman pemenang Pemilu,  di tahapan selanjutnya, KPU akan menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih. Namun, Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan KPU memberikan kesempatan bagi peserta pemilu yang tidak puas terhadap hasil penghitungan itu untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam jangka waktu selambatnya tiga hari setelah pengumuman pemenang.

"Artinya ada waktu hingga tanggal 24 Mei 2019 bagi peserta pemilu untuk mengajukan gugatan ke MK," kata Arief.

Dikatakan, apabila sampai 24 Mei tidak ada pengajuan gugatan ke MK, KPU memiliki waktu tiga hari untuk menetapkan calon presiden dan wakil presiden terpilih. Kemungkinan penetapan pemenang akan dilakukan antara 25 dan 27 Mei 2019.

Tetapi, apabila terdapat pengajuan gugatan ke MK, KPU menunggu putusan MK dikeluarkan. Baru setelah putusan MK keluar, KPU memiliki waktu 3 hari untuk menetapkan calon terpilih sejak putusan dibacakan.

Dalam situs KPU, tahapan penyelesaian sengketa Hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden akan berlangsung 23 Mei 2019- akhir Juni 2019. MK sendiri sudah menjadwalkan pendaftaran sengketa Pilpres tanggal 23-26 Mei 2019 dan Putusan akan dibacakan pada tanggal 24 Juni 2019. Artinya, bila ada gugatan maksimal paling lambat penetapan akan dilakukan tiga hari setelah 24 Juni.

Nantinya, setelah dibacakan putusan tanggal 24 Juni itu, maka proses persidangan selesai dan tidak ada upaya hukum apapun lagi yang dapat ditempuh oleh para pihak yang berperkara. Tahapan selanjutnya adalah pelantikan Presiden dan Wapres dijadwalkan akan digelar pada 20 Oktober 2019.

Pemenang Pilpres hanya akan legitimate secara konstitusional jika ada Surat Keputusan KPU dan dilantik serta mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Sidang MPR sesuai Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 9 ayat (1) dan ayat (2) dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden hasil pemilihan umum dilantik oleh MPR dalam sidang paripurna MPR. Nantinya, Ketua MPR akan membacakan keputusan KPU mengenai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Sebelumnya, KPU telah merampungkan Rekapitulasi suara tingkat nasional untuk Pilpres 2019 hari ini, Senin (20/5/2019). Jumlah suara yang sudah rampung berasal dari 34 provinsi. 

Dari 34 provinsi tersebut, tercatat pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menang di 21 provinsi, yaitu Papua, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Bali, Sulawesi Barat, Yogyakarta, Kalimantan Timur, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, NTT, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Papua Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara dan Maluku.

Sedangkan 13 provinsi lainnya dikuasai pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. KPU masih akan terus melakukan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara. Berikut rincian suara pemilu presiden yang ditetapkan oleh KPU berdasarkan provinsi:

Jumlah Paslon 01: 85.036.828 (55,40 persen)
Jumlah Paslon 02: 68.442.493 (44,60 persen)
Selisih: 16.594.335

Sumber: Pleno Rekapitulasi KPU RI






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus