Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Sidak Pertamina dan Disperindag Temukan Pelaku Usaha Gunakan Gas Bersubsidi

Selasa, 07 November 2017

Petugas melakukan sidak ke sejumlah tempat usaha. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Pertamina bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Pekanbaru, Senin kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah tempat usaha yang masih menggunakan gas elpiji tiga kilogram bersubsidi. Padahal, omset mereka melebihi dari ketentuan kelompok usaha yang bisa menggunakan elpiji subsidi, yakni di atas Rp1 juta. 

Seperti di Warung Soto Simpang Tiga, Jalan Sudirman Ujung. Pada salah satu ruangan tepat di depan toilet warung, petugas menemukan belasan tabung gas elpiji dalam keadaan kosong. Namun pemilik berkilah dan menyebutkan sudah lama tidak menggunakan gas melon, karena sudah beralih ke gas tabung 12 kilogram.

Begitu juga di Kedai Kopi Bengkalis di Jalan Arengka Indah dan usaha pecel lele Cak Rohim di Jalan Soebrantas. Umumnya pelaku usaha tersebut menggunakan gas melon sekitar puluhan dalam seharinya. Tabung kosong yang terlihat di sekitar lokasi usaha mereka. Semua usaha yang melakukan pelanggaran saat dilakukan Sidak diberikan teguran keras untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Selain di tempat usaha kuliner, petugas mendatangi salah satu pengecer di Jalan Soebrantas, Simpang Tabek Gadang. Sayangnya, saat petugas berada di lokasi, pemilik keburu kabur meninggalkan warungnya dalam keadaan terkunci. Tidak mau kehilangan buruan, petugas langsung menghubungi pihak Kecamatan Tampan untuk memproses pengecer sekaligus menutup usaha tersebut, karena sudah seringkali diperingati Dinas Perdangan dan Perindustrian Pekanbaru untuk mengurus izinnya.

Sales Executive Elpiji Rayon V Adi Bagus Haqqi mengatakan, Pertamina akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha yang sudah memiliki omset diatas Rp1 juta perhari. Karena untuk penindakan hanya bisa dilakukan Dinas Perdangan dan Perindustrian.

"Sosialisasi dan edukasi seperti ini tidak berhenti disini masih terus akan kami lakukan sekaligus untuk menjembatani pelau usaha yang mau beralih dari menggunakan gas melon ke gas non subsidi. Sosialisasi dan edukasi ini bukan hanya untuk pelaku usaha kuliner saja, tapi bisa diluar itu. Seperti usaha laundry yang menggunakan gas elpiji tigakilogram, ternak ayam dan lainnya," tukasnya.

Kepala Bidang Perdagangan Mas Irba Sulaiman mengatakan, Sidak yang dilakukan menindaklanjuti keluhan masyarakat yang kerap menyebut sulit mendapatkan gas elpiji tigakilogram bersubisidi.

"Dari Sidak ini bisa dibuktikan, memang pelaku usaha yang punya omset diatas Rp1 juta yang banyak menggunakan, kalau begini terus jelas masyarakat biasa sulit mendapatkannya. Semua pelaku usaha itu kita berikan teguran keras, kalau masih bandel juga kita akan koordinasikan dengan OPD terkait untuk pencabtan izin," ujar Irba. (klikriau/andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus