Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Sikapi Dugaan Penyimpangan Proyek Drainase Soekarno-Hatta, BPKP Riau Siap Lakukan Audit

Senin, 09 Juli 2018

Kejaksaan usut dugaan korupsi proyek drainase di Jalan Soekarno Hatta. (Foto:Cakaplah)

PEKANBARU-Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Riau sepakat, proyek pembangunan drainase Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Riau terjadi penyimpangan. Ini merupakan kesimpulan awal terhadap proyek yang dikerjakan tahun 2016 itu.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Negeri Pekanbaru mendatangi Kantor BPKP Perwakilan Riau untuk mengekspos penanganan perkara dugaan korupsi pembangunan drainase Jalan Soekarno-Hatta tersebut.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru Ahmad Fuady, Senin (9/7/2018) menyebut, ekspos dilakukan penyidik sebagai salah satu tahapan proses permintaan audit penghitung kerugian negara (PKN) dari proyek tersebut. "Tadi (kemarin, red), tim penyidik telah ekspos ke BPKP. Kesimpulan awal, mereka (BPKP) sepakat pembangunan proyek drainase Soekarno Hatta ada penyimpangan," ungkap Fuad.

Menanggapi permintaan penyidik tersebut, BPKP Riau segera membentuk tim yang nantinya bertugas melakukan audit PKN terhadap proyek itu. Hasil audit diperlukan untuk kelanjutan penyidikan. Sebab salah satu unsur yang harus dipenuhi dalam perkara korupsi adalah kerugian negara.

Sebelumnya, dalam proses penyidikan tersebut, selain memeriksa saksi fakta, penyidik telah menurunkan ahli untuk mengecek fisik proyek, akhir Juni lalu. Proses cek fisik dilakukan tim ahli dibantu tenaga dan alat dari Pidana Khusus Kejari Pekanbaru.

Proses pengecekan fisik diketahui dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan teknis. Dari cek fisik tersebut akan diketahui apakah pekerjaan proyek telah sesuai dengan spesifikasi teknis atau tidak. Hasil itulah nantinya yang akan dijadikan salah satu alat bukti dalam proses penyidikan perkara tersebut. "Hasilnya sudah ada dan itu juga telah dipaparkan di BPKP," imbuh mantan Kasi Pidum Kejari Batam itu.

Pengusutan perkara ini telah dilakukan sejak Maret 2018 lalu. Sejak saat itu, Kejari Pekanbaru melalui Pidsus mulai mengusut perkara ini dengan memanggil dan melakukan klarifikasi terhadap pihak terkait. Hasilnya, Kejaksaan meyakini adanya peristiwa pidana dalam proyek tersebut sampai akhirnya status perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan pertengahan Mei 2018.

Adapun proyek yang disidik adalah pembangunan drainase Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru Paket A (Simpang Jl Riau-Simpang SKA). Proyek ini dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau tahun 2016 lalu. Diduga, proyek itu dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

Untuk menguatkan sangkaan, satu persatu telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Sejumlah barang bukti juga telah disita penyidik. Dalam perkara itu, dugaan penyimpangan sudah ada sejak proses tender dilakukan. Sejumlah pihak diduga melakukan pengaturan lelang untuk memenangkan salah satu perusahaan dalam kegiatan tersebut. Dalam pengaturan itu, terdapat uang pelicin sebesar Rp100 juta. 

Uang tersebut disita dari Kelompok Kerja (Pokja) di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Provinsi Riau. Mereka mengembalikan uang tersebut pada Selasa (5/6) lalu, setelah perkara ini disidik penyidik Pidsus Kejari Pekanbaru.

Uang tersebut diketahui untuk mengkondisikan lelang kegiatan proyek tahun 2016 lalu hingga akhirnya memenangkan suatu perusahaan. Uang itu diterima Pokja dari seseorang berinisial NI. Dari pemeriksaan, pihak Pokja mengakui telah menerima uang tersebut.
Untuk diketahui, dari penelusuran di website : www.lpse.riau.go.id, proyek itu memiliki kode 6873039, dengan nama paket : Pembangunan Drainase Jl Soekarno Hatta Pekanbaru Paket A (Simpang Jl Riau-Simpang SKA).

Pengerjaan proyek bersumber dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2016, dengan nilai pagu paket Rp14.314.000.000. Proyek itu dimenangkan PT Sabarjaya Karyatama dengan nilai penawaran Rp11.450.609.000 dan berhasil menyisihkan 193 perusahaan lainnya. (*) 




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Riaumandiri


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus