Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Soal Larangan Merokok dan Mendengarkan Musik Saat Mengemudi, Ini Klarifikasi Polri!

Kamis, 08 Maret 2018

Kadiv Humas Mabes Polri bersama Kakorlantas berikan keterangan pers. (Foto:Kompas.Com)

JAKARTA-Kepolisian akhirnya memberikan klarifikasi menyangkut penggunaan global positioning system (GPS), mendengarkan musik dan merokok saat berkendara yang memicu polemik di masyarakat. Kepolisian menegaskan, semua tidak dilarang selama tidak mengganggu konsentrasi pengendara atau pihak lainnya. 

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menjelaskan, penggunaan GPS baik untuk roda dua dan roda empat bukanlah pelanggaran lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam pasal 283 juncto 106 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

"Kemudian yang dikatakan penggunaan handphone dalam pasal 106, itu yang kemudian memegang handphone saat menggunakan satu tangan dan mempengaruhi konsentrasi. Itulah yang dilarang," kata Halim dalam konferensi pers di Golden Boutique Hotel, Jakarta, Rabu (7/3/2018). 

Halim menjelaskan, dalam penjelasan pasal 106 ayat 1 dinyatakan bahwa setiap pengemudi harus menjalankan kendaraanya dengan wajar dan dan penuh konsentrasi. "Tidak dipengaruhi karena lelah, ngantuk, kemudian memegang handphone atau video yang dipasang di kendaraan. Ataupun terpengaruh dengan minuman keras dan obat-obatan," ujar Halim. 

Hal senada diungkapkan Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol Royke Lumowa. Royke menegaskan, keberadaan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diciptakan untuk menjamin keselamatan berlalu lintas. "Makanya banyak aturan-aturan yang harus dipatuhi dan yang mana yang dilarang, salah satunya adalah yang sedang hot hari ini penggunaan radio atau musik, merokok, menggunakan GPS," ujarnya. 

Royke menegaskan, pengandara yang menggunakan ponsel genggamnya menggunakan hands free juga diizinkan. Penggunaan GPS maupun merokok dalam berkendara juga tidak menjadi pelanggaran, selama tidak membuat pengendara kehilangan kendali atas kendaraannya. 

"Yang tidak boleh, sambil nyetir di situ ada GPS di kotak-atik, naik motor main handphone. Di undang-undang tidak melarang merokok, kalau dia lepas tangan satu naik motor itu enggak boleh, harus tangan dua," ujar Irjen Pol Royke dilansir FokusRiau.Com dari laman kompas.com. 

Royke menyarankan, penggunaan GPS telah diatur sejak awal keberangkatan. Apabila ingin mengatur ulang GPS, maka pengendara diharuskan menepi ke bahu jalan atau berhenti di rest area. Royke juga menjelaskan, mendengarkan musik dalam berkendara juga diperbolehkan. 

Namun demikian, Royke meminta agar para pengendara tidak mendengarkan lagu dalam volume besar yang dapat mengganggu konsentrasi pengendara, bahkan mengganggu ketertiban umum. "Tengah malam lewat di perumahan angkot-angkot keras sekali setel musik. Itu enggak boleh. Walaupun pake handsfree kalau terlalu keras, mengganggu fokus pengendara atau pendengaran klakson dari pihak lain," ucapnya. (boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus