Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Soal Penolakan UAS di Jakarta, FPI Pekanbaru dan FPBLK Sambangi PLN WRKR

Jumat, 29 Desember 2017

FPI dan FPBLK menyambangi PLN WRKR. (Foto: Andi Affandi/FokusRiau.Com)

PEKANBARU-Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru dan Front Pembela BUMI Lancang Kuning (FPBLK) mendatangi kantor PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Jumat (29/12/2017). Kedatangan ini untuk mengklarifikasi perihal penolakan ustad Abdul Somad di Jakarta kemarin.

Kedatangan FPI dan FPBLK yang diwakili oleh Panglima Besar FPBLK, Muhammad Khalid Tobing menyampaikan, selama ini antara UAS dan PLN WRKR telah terjalin kerja sama yang baik. Bahkan, terakhir, PLN juga bekerja sama dengan UAS berdakwah ke Talang Mamak.

"Bagi jamaah UAS di Riau, kejadian penolakan UAS di PLN Jakarta ini memang cukup disayangkan. Pasalnya, jamaah mengetahui bahwa selama ini antara PLN dengan UAS sudah terjalin hubungan yang baik," kata Khalid.

Khalid sendiri menduga kuat ada intervensi yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk menghalangi kegiatan dakwah UAS. Sebagai organisasi Islam yang berkewajiban membela ulama, FPI merasa perlu untuk meminta klarifikasi serta meluruskan masalah ini.

Pada kesempatan itu, rombongan FPI dan FPBLK tak berhasil menemui GM PLN WRKR ataupun Humas. Salah seorang staf PLN WRKR yang menerima rombongan menyatakan telah menerima apa yang disampaikan FPI dan FPBLK. Dia berjanji akan menyampaikan kepada atasan.

"Saat ini seluruh pimpinan sedang berada di luar kota. Mudah-mudahan pada Selasa minggu depan, bisa bertemu langsung," kata staf ini.

Secara pribadi, dia mengaku kaget dengan kejadian penolakan UAS ini. "Kalau PLN Riau, hubungan dengan UAS sangat erat. Beliau sering mengisi ceramah dan tausyiyah di PLN. Bahkan ada jadwal UAS untuk berceramah di PLN pada Februari 2018 mendatang," tambahnya.

Seperti ramai diberitakan, kegiatan ceramah di Masjid Nurul Falah PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat yang sedianya diisi oleh UAS, mendadak dibatalkan secara sepihak oleh panitia tanpa alasan jelas. 

Hal tersebut jelas menimbulkan gejolak umat Islam di tanah air. Diduga kuat ada intervensi dari pihak-pihak tertentu untuk menjegal dakwah yang dilakukan ulama kebanggaan masyarakat Riau ini.

Terlebih lagi, UAS juga mendapat penolakan di Bali dan di Hongkong. Meski dakwah UAS sukses dihadiri jutaan warga di aceh, namun insiden di PLN Jakarta ini semakin memperkuat gejolak yang menduga ada upaya-upaya untuk mempersempit ruang gerak dakwah UAS.

Sementara, Ketua DPW FPI Pekanbaru, Al Husni, ketika dikonfirmasi fokusriau.com menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan keluhan dari umat Islam di Riau, khususnya Pekanbaru. 

"kita ingin luruskan, agar gejolak-gejolak yang terjadi bisa dimininalisir, khususnya di Riau. Kita tabayyun ke PLN WRKR yang selama ini sudah bermitra baik dengan ulama kita," kata Al Husni. (andi affandi)


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus