Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Pendidikan

Sosialisasi Gernas Baku Kuansing, Kecamatan Pangean Dukung Penuh Program PAUD

Kamis, 26 April 2018

Sosialisasi Gernas Baku di Kuansing. (Foto: Jhon Hendri/FokusRiau.Com)

KUANSING-Tingginya antusias dan tanggung jawab pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak pada 4 kecamatan di Kabupaten Kuansing dalam mensukseskan Program nasional Wajib Satu PAUD dalam Satu Desa terungkap, saat sosialisasi Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) Dinas Pendidikan Kabupaten Kuansing, Kamis (26/4/2018) di Balai Pertemuan, Kecamatan Pangean.

Ketua Panitia Penyelenggara Aty Setiawati menyampaikan, sosialisasi Gernas Baku terselenggara berkat dukungan dan partisipasi pengelola lembaga serta para guru di empat Kecamatan. Diharapkan, peserta sosialisasi bisa mengikuti setiap prosesi acara dengan baik. "Acara ini dari kita untuk kita," ujar Aty Setiawati.

Camat Pangean, Mahviyen Trikon Putra kala membuka sosialisasi menyampaikan apresiasi kepada Himpaudi dan IGTK serta para guru-guru, karena dengan kerjasama dan koordinasi yang bersinergi acara ini bisa terselenggara.

Mahviyen mengimbau, sebagai orang Riau harus membiasakan diri untuk berpantun di setiap momen acara, karena Pantun merupakan budaya Melayu. Apa lagi budaya Melayu Riau sudah masuk dalam kurikulum Muatan Lokal sekolah di Riau yang sudah diperdakan.

Dikatakan, berkenaan dengan Gernas ini, maka yang perlu di persiapkan terlebih dahulu adalah bukunya, bagaimana orang tua mau membacakan buku, sementara bukunya tidak ada.

Mahviyen yang berlatar belakang dari keluarga pendidik ini juga mengajak ratusan peserta agar kreatif, supaya anak-anak usia dini lebih senang dan nyaman mendengarkan bacaan orangtuanya ketimbang mengotak atik barang-barang elektronik seperti handphone digunakan untuk bermain game.

Sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah pada Program PAUD ini, melalui dana desa pemerintah Kecamatan Pangean sudah mengintruksikan kepada para Kades agar mensupport baik fisik maupun non fisik.

"Ini sudah berjalan 2 tahun terakhir, pada tahun anggaran 2018, dari 17 Desa hanya 1 Desa di Kecamatan Pangean yang belum menganggarkan untuk kesejahteraan Guru Paud/TK dengan bentuk Insentif," tukasnya. (*)


Penulis :Jhon Hendri
Editor : Andi Affandi


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus