Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Staf Ahli dan 12 ASN Jadi Tersangka Korupsi Proyek RTH, Ini Tanggapan Gubri!

Kamis, 09 November 2017

RTH Tunjuk Ajar di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau telah menetapkan 18 terangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Tugu Integritas di bekas Kantor Pekerjaan Umum di Jalan Ahmad Yani. Dari 18 tersangka, satu orang merupakan staf ahli gubernur Dwi Agus Sumarno dan 12 orang merupakan aparatur sipil negara (ASN).

Menaggapi hal itu, Gubernur Arsyadjuliandi Rachman menyerahkan sepenuhnya persoalan hukum tersebut kepada aparat. Gubernur yang akrab disapa Andi Rachman itu menyebutkan, Pemprov Riau menghormati apa yang telah diputuskan Kejati Riau. "Kita tidak usah ikut campur masalah hukum. Kita hormati apa yang dilakukan Kejati Riau," kata Andi Rachman, Kamis (9/11/2017). 

Dikatakan, setelah ditetapkannya staf ahli yang juga mantan Kepala Dinas Citpa Karya menjadi pembelajaran, agar pejabat berhati-hati dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai aparatur negara. 

Meski begitu, bukan berarti berhati-hati menjadi takut dalam bekerja. Terpenting, tidak ada aturan yang dilanggar, tetap menjalankan ketentuan. "Ikuti aturan, ikuti prosedur. Jadi tak ada yang perlu ditakuti," ujar Andi dikutip fokusriau.com dari laman riauterkini.com. 

Sebelumnya, setelah melalui proses penyidikan mulai pengumpulan alat bukti dan penyitaan dokumen, tim penyidik tindak pidana khusus Kejati Riau menetapkan 18 tersangka. Dimana lima orang merupakan swasta atau kontraktor. Sedangkan 13 tersangka lagi merupakan ASN yang terdiri dari, Kepala Dinas, Kabid, Tim Pemeriksa Hasil Pekerjaan PHP (PHO) beserta anggota serta kelompok kerja pada proyek tersebut. 

Menurut Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Sugeng, kelima tersangka dari swasta adalah K, selaku Direktur PT Bumi Riau Lestari, YZB dan tiga dari konsultan pengawas, yakni RZ, RM AA sebagai pengawas. 

Sedangkan 13 tersangka dari ASN adalah DR DAS, selaku Kadis. Z (Kabid) selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) dan tersangka HR, Kabid. Kemudian dari tim PHO 5 orang yakni,A, selaku ketua tim PHO, Ir dan S, anggota PHO serta R dan ET. Selanjutnya 5 tersangka dari tim kelompok kerja yakni, IS selaku ketua Pokja, DIR dan RM serta H,anggota Pokja dan H, selaku Sekretaris Pokja," papar Sugeng. 

Dikatakan, proyek senilai Rp8 miliar itu ditemukan kerugian negara Rp2 miliar. Dimana pada pengadaan proyek ini kita juga menemukan alat bukti bahwa pengadan proyek tersebut ditemukan adanya rekayasa pengaturan tender dan rekayasa pada pengadaan. 

Atas perbuatan 18 orang tersangka, mereka dijerat melanggar Pasal 2 Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. 

Sementara itu lanjut Sugeng, untuk penanganan proyek RTH Kaca Mayang, pihaknya belum menetapkan tersangkanya. "Apabila bukti cukup kita juga akan beberkan siapa tersangkanya," ujar Sugeng. 

Seperti diketahui, tim penyidik Kejati Riau menemukan indikasi dua RTH yang terindikasi dugaan korupsi. Dua RTH itu adalah, RTH Kaca Mayang di Jalan Jenderal Sudirman dan RTH bekas Kantor Dinas Pekerjaan Umum atau Tugu Integritas di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. 

Dua proyek itu dibangun Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Riau. Menariknya, Tugu Integritas diresmikan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Raharjo, pada 2016 silam sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi. Proyek tersebut dianggarkan dengan dana sekitar Rp14 miliar lebih. Sampai saat ini, dua RTH belum bisa diakses masyarakat dan masih ditutup pagar seng. (boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus