Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Suhu Udara di Riau Makin Panas, Kenapa ya???

Senin, 23 Juli 2012


PEKANBARU-Intensitas hujan di sejumlah wilayah Provinsi Riau akan berkurang, akibat munculnya badai Vicenta di Kawasan Teluk Vietnam. Karena itu, masyarakat diharapkan waspada dengan cuaca panas yang akan terjadi beberapa hari ke depan. 

"Indikasi munculnya badai Vicenta di Teluk Vietnam akan membuat suhu udara tambah tinggi. Saat ini badai vicenta baru mulai muncul dan diperkirakan badai tersebut baru akan habis sampai tanggal 26 Juli nanti," papar Analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Ardhitama, Minggu (22/7). Namun demikian, badai tersebut baru akan hilang bila trennya menuju ke daratan. Tapi kalau masih berputar di laut, efeknya bisa sampai berminggu-minggu.

Badai di wilayah utara Indonesia ini dapat membuat awan hujan tertarik ke kawasan tersebut. Sehingga awan hujan kosong dan curah hujan berkurang. Kalaupun ada awan hujan biasanya, hanya sekedar melintas. Jika peluang hujan kecil, maka cuaca panas bisa meningkat hingga mencapai 34 derajad celcius. Alhasil peluang munculnya titik api juga besar.

"Karena itu diimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan," kata Ardhitama. Berdasarkan data BMKG Pekanbaru, terhitung tanggal 21 Juli kemarin memang belum ada satupun titik api yang muncul di wilayah Riau. Efek lainnya, badai bisa menyebabkan kecepatan angin begitu kencang. Buktinya, saat ini kecepatan angin berkisar antara 10-18 kiometer per jam. Padahal biasanya di saat normal hanya 5-8 kilometer per jam.

Dikatakan, badai Vicenta turut mempengaruhi tingginya gelombang laut Cina Selatan. Termasuk juga mempengaruhi tingginya gelombang di perairan Batam, Tanjung Pinang dan Dabo Singkep yang diperkirakan maksimum mencapai satu sampai meter. Sementara di perairan Tarempa dan Natuna, diperkirakan mencapai dua sampai tiga meter.

Untuk perairan Dumai, Bengkalis dan Rohil tinggi gelombang berkisar 0,75 sampai satu meter. Biasanya, tinggi gelombang di perairan ini kurang dari satu meter. Dengan demikian, keberadaan badai mempunyai pengaruh yang sangat besar pada kondisi alam di Provinsi Riau.

Meski ada badai Vicenta, kata Ardhitama, Riau masih berpeluang hujan. Hal ini dipengaruhi faktor historis Riau yang memang terletak di kawasan equator. Dimana, daerah equator akan mengalami hujan sepanjang tahun meski sedang mengalami musim kemarau. Hanya saja, dengan badai ini, curah hujan sangat kecil.

Ada sejumlah kawasan di Riau yang peluang hujannya cukup besar dibanding daerah lain, terutama di Riau bagian barat, meliputi Kabupaten Kampar, Rokan Hulu dan Kuantan Singingi. Selain itu di kawasan pesisir timur seperti Rokan Hilir, Bengkalis dan Dumai juga akan mengalami hal sama. Sementara untuk Kota Pekanbaru, peluang hujan hanya akan ada malam dan dini hari. Hanya saja dengan intensitas kecil. (tpc/zul)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus