Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Surat Sang Istri Jelang Gantung Diri untuk Suami, Semoga Abang Bahagia Juga Elsa

Minggu, 21 Oktober 2018

Polisi melakukan pemeriksaan di rumah korban. (Foto:Istimewa)

ROKAN HULU-Seorang istri salah satu pekerja di perusahaan perkebunan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kejadian tragis itu diketahui, saat jasadnya ditemukan tergantung di Perumahan PT RAKA yang berlokasi di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu, Riau.

Ketika ditemukan, jantung korban masih berdetak lemah. Namun akhirnya korban meninggal dunia, setelah sempat mendapatkan pertolongan di Klinik HMC Kandis. Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua melalui Paur Humas Ipda Nanang Pujiono, mengungkap, wanita berinisial RS (25) itu ditemukan tergantung dengan kain panjang di leher oleh tetangganya di pintu kamar rumahnya‎, Jumat sekitar pukul 17.30 WIB.‎

Dikatakan, dari lokasi polisi menemukan sebuah kain panjang, sebuah jirigen air, serta sepucuk surat ditulis korban untuk suaminya.

"Saya minta maaf, saya tidak bisa jadi istri yang baik buat abang. Saya titip anak kita kelak dia dapat jadi kebanggan abang dan maaf saya harus pergi selamanya, saya tidak sanggup lagi. Semoga abang bahagia juga Elsa," ucap dalam surat tersebut, Minggu (21/10/2018).

Elsa sendiri merupakan nama putrinya. Ipda Nanang mengungkapkan, Jumat petang, anak Rosmawati yang merupakan tetangga korban hendak belanja ke rumah korban RS, namun tidak ada jawaban saat dipanggil.‎ Karena tidak ada jawaban, anak Rosmawati melihat ke dalam rumah melalui jendela kamar korban dengan cara menaiki kursi.

Diakui, saat melihat ke dalam, anak saksi terkejut melihat seorang wanita tergantung di pintu kamarnya dan langsung berlari memanggil ibunya. Mendengar itu, Rosmawati‎ berlari ke rumah korban dan melihat korban sudah gantung diri.

Kejadian tersebut langsung diberitahukan Rosmawati kepada warga lain, dan‎ pihak security PT RAKA untuk meminta pertolongan. Security yang datang langsung mendobrak pintu rumah korban yang terkunci dari dalam.

"Warga meminta pendeta dan suami korban dipanggil, untuk menyaksikan korban diturunkan. Korban diturunkan dengan cara memotong kain panjang yang terikat di leher korban," ulasnya.

Menurut Ipda Nanang, saat akan diturunkan, warga menemukan sepucuk surat untuk suaminya dipegang korban‎ yang saat itu memakai kaos warna coklat dan celana pendek bola warna oranye.

Korban langsung dibawa ke Klinik PT RAKA. Korban kemudian dirujuk pihak klinik karena masih ada detak jantungnya dan langsung dibawa memakai ambulance perusahaan ke klinik HMC Kandis.

Jumat malam sekitar pukul 19.30 WIB, korban tiba di Klinik HMC Kandis dan langsung mendapatkan pertolongan, tetapi nyawa korban tidak tertolong lagi. Hasil visum dilakukan oleh dr Sinta di Klinik HMC Kandis menerangkan bahwa korban telah meninggal dikarenakan gantung diri. "Hal itu ditandai keluarnya darah dan air liur dari mulut korban (RS)," tukasnya.

Kesimpulan sementara, motif bunuh diri tersebut diduga terkait dengan persoalan ekonomi. (*)








Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus