Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Politik

Survei LSI Denny JA Sebut Elektabilitas Golkar Merosot, Ace Akui Imbas dari Kasus PLTU Riau-1

Kamis, 13 September 2018

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily memberikan keterangan pers. (Foto:Merdeka.com)

JAKARTA-Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebut, elektabilitas Partai Golkar menjelang Pemilu 2019 merosot. Awalnya, Partai Golkar berada di posisi kedua setelah bawah PDI Perjuangan. Namun kini, posisi itu digeser Partai Gerindra.

Menanggapi hasil survei itu, Ketua DPP Bidang Media dan Penggalangan Opini Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyampaikan terima kasih. Hasil tersebut membuat Golkar introspeksi dan mencoba konsolidasi lebih kuat.

"Terima kasih kepada LSI Denny JA atas surveinya. Tentu survei ini sangat bermanfaat bagi kami untuk melecut agar kami lebih mengkonsolidasikan internal kita agar naik elektabilitas kami," kata Ace, Kamis (13/9/2018) di Jakarta.

"Kami tidak ingin mendapatkan masukan dari hasil survei yang bagus-bagus saja, survei seperti ini akan memacu kami untuk terus bekerja, terutama di seluruh Dapil," tambahnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini tidak memungkiri, kasus yang menimpa kadernya di proyek pembangunan PLTU Riau-1 menjadi satu alasan merosotnya elektabilitas partai beringin. Karena itu, Golkar akan selalu berusaha membangun citra yang lebih baik ke depannya.

"Tentu kami akan terus berupaya melakukan konsolidasi internal dan membangun citra yang positif menjelang Pileg 2019 ini," ucapnya.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia Denny JA merilis elektabilitas partai jelang Pemilihan Umum 2019 mendatang. Hasilnya, jika pemilu dilaksanakan hari ini, PDI Perjuangan unggul dengan perolehan suara 24,8 persen disusul Partai Gerindra 13,1 persen. Sedangkan Partai Golkar, hanya mampu bertengger di urutan ketiga dengan peroleh suara 11,3 persen.

Salah satu alasan menjadi faktor partai Orde Baru itu tidak bisa menembus posisi dua besar adalah kasus korupsi yang menimpa Golkar beberapa waktu lalu.

"Warisan kasus mantan Ketua Umum Setya Novanto. Lalu ada kasus baru yang melibatkan internal Golkar juga (dugaan korupsi oleh Idrus Marham) sehingga menyebabkan elektabilitas Golkar di bawah 15 persen," kata Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby di Graha Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu kemarin. (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus