Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Politik

Survei LSI Denny JA Sebut Jokowi-Maaruf Kalah di Pemilih Terpelajar, TKN Bisa Maklum

Sabtu, 09 Februari 2019

Arsul Sani. (Foto:dpr.go.id)

JAKARTA-Pasangan Capres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin masih kalah dibanding pasangan Prabowo-Sandi untuk kalangan pemilih terpelajar. Hal ini terungkap dari survei LSI Denny JA yang dilansir, beberapa waktu lalu. 

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani menilai wajar. Sebabnya, pemilih terpelajar adalah golongan yang kritis. 

"Artinya SMA sudah kelas 2 kelas 3 kuliah serta yang sudah sarjana itu memang jiwa oposisi ya lebih kencang, jiwa oposisi nya itu lebih banyak. Jadi kalau misalnya kalangan terpelajar itu seperti itu bukan sesuatu yang mengherankan," kata Arsul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, survei manapun pada kategori ketidakpuasan kaum terpelajar terhadap pemerintahan memang tinggi termasuk di Amerika. Arsul memandang, kaum terpelajar selalu membedah calon mana yang lebih baik.

"Artinya kalau kepala pemerintahannya itu berkontestasi lagi, pasti yang namanya kalangan terpelajar itu juga punya kecenderungan untuk saya dalam tanda kutip ya ambil risiko untuk mencoba berpikir alternatif," ujarnya.

Diketahui, [asangan calon Presiden-Wakil Presiden, Jokowi-Ma'ruf masih unggul dari Prabowo-Sandi jelang dua bulan pencoblosan. Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA di bulan Januari, elektabilitas pasangan nomor urut 01 itu sebesar 54,8 persen sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga sebesar 31,0 persen.

Dalam paparan survei LSI Denny JA pada Januari, ada enam kantong yang mengalami perubahan persentase terhadap dua pasangan calon. Enam kantong tersebut adalah; pemilih muslim, pemilih minoritas, pemilih kalangan dengan pendapatan menengah ke bawah, pemilih perempuan, pemilih terpelajar, dan pemilih milenial.

Dari enam kantong tersebut pasangan Jokowi-Ma'ruf kalah tipis dari Prabowo-Sandi di kalangan pemilih terpelajar. Adjie mengatakan dari populasi pemilih terpelajar sebesar 11,5 persen namun Jokowi-Ma'ruf hanya mampu meraih persentase 37,7 persen sedangkan Prabowo-Sandi mencapai 44,2 persen.

Kendati persentase populasinya tidak besar menurut Adjie pengaruh pemilih terpelajar cukup signifikan karena kemampuan mereka mempengaruhi opini publik.

"Dalam pertarungan elektoral yang ketat, populasi 11,5 persen cukup signifikan," kata Adjie di Graha Rajawali, Jakarta Timur, Kamis (7/2/2019) lalu. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus