Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Swastanisasi Pengelolaan Sampah, DLHK Pekanbaru Pastikan Tak PHK Petugas Kebersihan

Minggu, 17 Desember 2017

DLHK pastikan tak akan PHK petugas kebersihan. (Foto:Riaupotenza)

PEKANBARU-Pengelolaan sampah akan dikembalikan kepada swasta atau di swastaisasikan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, Riau memastikan, tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan tenaga harian lepas (THL) petugas kebersihan yang sekarang bekerja.

"Tidak ada (PHK). Kita minta pemenang tender memakai tenaga kerja yang ada," kata Kepala DLHK Pekanbaru Zulfikri, Sabtu kemarin di Pekanbaru.

Dia memastikan, pasukan kuning yang berjumlah lebih dari 350 orang tersebut tidak perlu khawatir. Karena keberadaan mereka akan tetap dipertahankan, meski pemko menyerahkan pengelolaan sampah kepada swasta untuk tiga tahun ke depan.

Dijelaskan, meski tetap dipertahankan, namun gaji para pasukan kuning nantinya akan mengalami perubahan. Kalau sebelumnya mereka digaji pemko, ke depan gaji mereka akan dibayarkan perusahaan pengelola. "Gaji dari orang itu. Nanti yang dipekerjakan supir dan pengangkut sampah. Kalau penyapu jalan masih tidak, masih dengan kita," urainya.

Sebagai informasi, Pemko Pekanbaru telah memutuskan untuk menggandeng swasta dalam pengelolaan sampah mulai 2018 mendatang. Saat ini, pemko tengah menyiapkan proses lelang untuk keperluan swastanisasi sampah. "Sedang diproses di ULP (Unit Layanan Pengadaan). Persyaratan semua, kerangka acuan kerja, kontrak, semua sudah diserahkan," ujarnya.

Zulfikri optimis, awal tahun anggaran 2018 mendatang, seluruh proses tender untuk menjaring pihak ketiga dalam mengelola sampah di Pekanbaru dapat diselesaikan. Proses lelang akan dilakukan terbuka. Pihaknya menawarkan kepada pemenang lelang untuk dapat mengangkut sampah di dua zona yang telah ditetapkan. "Target kita Maret sudah dapat ditunjuk pemenangnya dan dapat segera bekerja," ulasnya.

Pemko Pekanbaru mewacanakan menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan sampah dengan alasan, minimnya anggaran dalam pengelolaan sampah.(antara)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus