Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Tahanan Rutan Siak Kabur, Kapolresta Kombes Pol Susanto Pimpin Razia Pintu Masuk Pekanbaru

Sabtu, 11 Mei 2019

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto memimpin razia. (Foto:Anom/FokusRiau.Com)

PEKANBARU-Tahanan Rutan Klas IIB Kabupaten Siak, Riau, diduga kabur setelah kerusuhan dan pembakaran rutan tersebut. Untuk mengantisipasi masuknya para tahanan tersebut ke Pekanbaru, Kapolresta Kombes Pol Susanto SIK SH MH memimpin langsung razia di pintu masuk Kota Pekanbaru, Sabtu (11/5/2019).

Kombes Pol Susanto bersama sejumlah personil melakukan pemeriksaan terhadap semua kendaraan yang masuk ke Pekanbaru dari Kabupaten Siak melalui jalur Tenayan Raya, Rumbai dan Rumbai Pesisir.

"Semua kendaran yang masuk dari arah Siak, baik angkutan umum dan pribadi, termasuk truk dan sepeda motor diperiksa petugas. Pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahanan yang kabur dan kemungkinan masuk Pekanbaru pasca kerusuhan di Rutan Siak, dini hari hari," kata Kombes Pol Susanto SIK SH MH kepada FokusRiau.Com, Sabtu pagi.

Dikatakan, pemeriksaan melibatkan ratusan personil Polresta Pekanbaru. Lelaki yang akrab disapa Pak Santo tersebut mengatakan, razia penting untuk mengantisipasi masuknya tahanan tersebut. Karena Pekanbaru merupakan salah satu daerah rawan dimasuki para tahanan kabur tersebut. 

"Kita berharap adanya kerjasama masyarakat. Bila di lingkungan tinggalnya ada orang yang mencurigakan atau memperoleh informasi adanya tahanan kabur. Segera beritahukan kepolisian," ajak Kapolresta. 
 
 
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap salah satu bus yang masuk Pekanbaru. (Foto:Anom/FokusRiau.Com) 

Diberitakan sebelumnya, Rutan Klas IIB Siak terbakar, dini hari tadi. Kebakaran diduga dipicu oleh kerusuhan narapidana dengan petugas di dalam rutan tersebut. Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo mengungkap kronologi kejadian. Menurutnya, kejadian berawal dari kegiatan inspeksi yang dilakukan petugas rutan pada tahanan narkoba di rutan tersebut. 

"Kemudian ditemukan penggunaan narkoba, penyidik polres turun, kemudian ada masalah," ujar Widodo, Sabtu (11/5/2019). 

Dia melanjutkan, setelah penemuan tersebut, ada indikasi ada perlakuan tidak mengenakan dari aparat internal rutan saat itu. Sehingga, akhirnya memicu kerusuhan. "Ada indikasi aparat internal yang buat mereka (tahanan) protes keras. Kita akan selidiki hal yang akhirnya menimbulkan kejadian ini," ungkapnya. 

Sejauh ini, sejumlah saksi sedang diperiksa polisi. Kondisi rutan yang terbakar di bagian depan tidak bisa digunakan lagi. "Alhamdulillah, tidak ditemukan korban jiwa," tambahnya. (*)





Penulis: Anom Sumantri
Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus