Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Tahukah Anda: Ada 10 Cara Jitu YouTuber Menambah Subscriber

Minggu, 28 Juli 2019

Ilustrasi. (Foto: AFP)

PEKANBARU-Pembuat konten YouTube (YouTuber) memilki trik dan cara tersendiri untuk menggaet pelanggan (subscriber) berlangganan, mengomentari dan menonton video yang dibuat dan diunggah di saluran (channel) miliknya.

YouTuber Jade Darmawangsa, Justricia, Yudhist Ardhana dan Raven Elyse membagikan tips dan trik 'halal' untuk menambah pelanggan di saluran mereka. Lewat saluran pribadi, keempat YouTuber ini membagikan 10 cara berikut ini:

Menjadi diri sendiri
Jade Darmawangsa, wirausaha asal Portlandia ini menyatakan sangat penting bagi pembuat konten untuk menjadi diri sendiri saat memutuskan menjadi YouTuber.

"Karena saat seseorang berlangganan ke suatu saluran, mereka pasti sudah memercayai sang YouTuber," ucap Jade yang memiliki 245 ribu pelanggan di salurannya.

Konsistensi tema
Justricia, YouTuber fesyen yang bermukim di Filipina mengatakan penting bagi seorang pembuat konten untuk membuat tema yang konsisten. Sebagai contoh, jika membuat video bertema fesyen kemudian ada konten gaming, maka pelanggan dapat berhenti berlangganan di saluran tersebut.

"Pelanggan pada awalnya berlangganan saluran tersebut karena sesuai dengan ketertarikan mereka. Jika berubah tentu pelanggan kebingungan dan berhenti mengikuti satu saluran," ucap Justricia yang memiliki 305 ribu pelanggan.

Ekspresif
Pesulap asal Bali Yudhist Ardhana mengungkapkan penonton akan mengikuti emosi dari YouTuber ketika sedang menyaksikan video.

YouTuber yang memiliki 4,6 juta pelanggan ini mengatakan apabila cara pembuat konten dirasa membosankan saat membawakan konten, maka emosi penonton akan ikut terbawa bosan.

Konten video terjadwal
Yudist juga membagikan trik agar pembuat konten sebaiknya konsisten dalam mengembangkan dan membuat konten di saluran YouTube mereka. Pembuat konten bisa menggunggah video yang terjadwal sehingga para pengikutnya menanti konten terbaru.

"Subscriber akan menunggu video baru dari YouTuber yang mereka subscribe. Kalau tidak ada video baru dalam waktu yang lama, mereka bisa berpindah ke saluran lain," imbuh Yudist dalam videonya.

Ide menarik
Yudhist menuturkan pembuat konten bisa memanfaatkan fenomena yang sedang viral untuk menginspirasi video yang hendak dibuat. Ia mencontohkan fenomena 'Baby Shark' memunculkan sejumlah konten kreatif dengan gaya dan keunikan masing-masing.

Unggah video dalam jumlah banyak
Yudhist juga menyarankan agar YouTuber mengunggah lebih banyak konten video ke saluran mereka. Menurutnya dengan semakin banyak video, maka calon pelanggan bisa melihat keseriusan hingga tertarik untuk berlangganan.

"Jika belum mengunggah puluhan atau bahkan ratusan video, jangan berharap mendapatkan subscribers," ungkapnya.

Judul video memicu rasa ingin tahu penonton
Raven Elyse, pembuat konten tata rambut, fesyen, dekorasi rumah, dan benda-benda yang dibuat sendiri (do it yourself) mengingatkan pembuat konten sebaiknya memilih judul video sebagai aspek penting yang harus diperhatikan.

Judul menurut YouTuber sekaligus ibu tunggal satu putri ini menjadi hal pertama yang dilihat penonton sebelum memutuskan untuk menyaksikan video. Pembuat konten bisa mempertimbangkan judul yang menarik, memicu rasa ingin tahu, berupa pertanyaan, menyimpan misteri, atau sedikit drama.

Thumbnail jelas dan menarik
Elyse mengingatkan pembuat konten harus membuat thumbnail yang menarik dan jelas. "Sebisa mungkin thumbnail video menampilkan peristiwa terunik yang ada di dalam video tersebut agar penonton tertarik untuk menonton," terang YouTuber yang mengantongi 1,2 juta pelanggan di salurannya.

Peralatan memadai
Setelah memikirkan kontan, Yudhist menegaskan pembuat konten juga tak bisa mengabaikan faktor pendukung berupa peralatan video. Hasil video minimal berkualitas high definition (HD) menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi.

"Sebenarnya bisa saja merekam pakai kamera ponsel, tapi setelah melakukan riset untuk membuat kualitas video menjadi lebih baik lagi sebagiknya siapkan peralatan yang memadai," ucapnya.

Promosi
Jika semua aspek di atas telah dipenuhi, pastikan pembuat konten membuat promosi untuk salurannya menggunakan media apa pun. Yudhist mengatakan media sosial menjadi cara paling mudah dan murah untuk ajang promosi.

"Untuk mempromosikan pekerjaan, seseorang butuh tanda pengenal sederhana yaitu kartu nama, yang harus dibagikan ke orang-orang. Sama halnya dengan YouTuber yang harus promosi saluran dan kontennya, cara paling mudah melalui media sosial," ucapnya. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler


     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus