Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Tahukah Anda: Mana yang Lebih Sehat Dikonsumsi, Nasi atau Sagu?

Kamis, 25 April 2019

Bubur sagu menjadi salah satu menu olahan. (Foto:Wowkeren.Com)

PEKANBARU-Sagu sudah menjadi salah satu makanan pokok di Indonesia. Biasanya sagu diolah menjadi papeda oleh masyarakat yang tinggal di Indonesia Timur. Sagu sendiri merupakan tepung atau olahan yang diperoleh dari proses teras batang rumbia atau pohon sagu (Metroxylon sagu Rottb). 

Pertanyaanya, mana yang lebih sehat, sagu atau nasi?

Menurut Spesialis Gizi Klinis dr Ida Gunawan, SpGK, dilihat dari kandungannya nasi lebih unggul dibandingkan sagu. Karena masih memiliki kandungan protein. Sementara kandungan nutrisi di dalam sagu terbilang sedikit. Sebanyak 100 gram sagu hanya mengandung 1-2 gram protein dan serat 2-3 gram.

Sagu juga rendah akan kandungan kalium, sehingga tidak sebaik yang dipikirkan orang untuk mencegah darah tinggi. “Sagu kaya karbohidrat. Kandungan karbohidratnya tinggi sekali. Sebanyak 100 gram sagu mengandung 84 gram karbohidrat. Jadi sagu merupakan sumber energi yang sangat bagus,” ujar Ida dalam acara Ayo Hidup Sehat di tvOne, Kamis (25/4/2019) siang.

Banyak pula orang yang mengatakan bahwa sagu baik untuk kesehatan tulang dan sendi. Padahal itu merupakan mitos, karena kandungan mineral seperti kalsium, magnesium dan zat besi di dalam sagu sangat rendah.

Namun karena tinggi akan karbohidrat, sagu sangat bagus untuk menggantikan energi yang hilang. Meski begitu, Ida menyarankan Anda untuk memilih sagu cokelat yang jauh lebih menyehatkan dibanding sagu putih biasa.

“Ada yang namanya sagu cokelat. Seperti beras, ada beras yang baru diambil warnanya masih kuning. Sagu cokelat itu adalah sagu yang baru diambil dari pohonnya, jadi kandungan seratnya lebih tinggi,” ucapnya.

Sagu cokelat juga mengandung nutrisi yang lebih baik dibandingkan sagu putih. “Kandungan antioksidannya lebih tinggi, hampir dua kali lipat dari sagu putih. Jadi, cari sagu yang masih original. Jangan yang terlalu banyak diolah,” tukasnya. (*)




 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Viva.co.id


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus