Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Tak Hanya Badan Kapal, Basarnas Juga Temukan Jasad Korban KM Sinar Bangun di Danau Toba

Jumat, 29 Juni 2018


JAKARTA-Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syaugi mengaku menemukan indikasi obyek yang diyakini sebagai bagian dari Kapal Motor Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, beberapa hari lalu. Obyek itu ditemukan pada kedalaman 450 meter. 

"Betul, kami menemukan indikasi adanya obyek di dasar danau di kedalaman 450 meter itu," kata Syaugi, Jumat (29/6/2018). 

Selain itu, Syaugi mengungkap. pihaknya menemukan sejumlah motor, tali-tali, jasad-jasad korban hingga kursi-kursi kapal. Dia berterima kasih atas bantuan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang memiliki remotely operated vehicle (ROV) yang mampu bergerak sampai kedalaman 1.000 meter. 

"Kemarin siang Allah SWT beri petunjuk, kami bisa melihat suspect-suspect itu. Memang kita belum melihat tulisan Sinar Bangun itu. Tetapi, indikasi itu sangat menuju ke situ ( KM Sinar Bangun)," kata Syauqi.

"Kan dari kemarin saya tampilkan beberapa foto yang tidak terlalu vulgar ya, saya sebetulnya banyak gambar-gambar itu. Cuma itu, kan, untuk mengurangi beban psikologi keluarga, jadi tidak ditampilkan," sambungnya. 

Hari ini, Basarnas dan pihak terkait akan menelusuri sisi lain di sekitar lokasi penemuan tersebut. Namun, Syaugi menegaskan, proses pencarian pasca penemuan obyek dan jasad korban ini tak mudah. Sebab, kondisi arus air di dalam danau begitu deras. Kontur danau juga tidak merata seperti danau pada umumnya. Selain itu, jarak pandang di kedalaman seperti itu sangat terbatas. 

"Alat ini bukan berarti melihat dengan jelas semua area, jarak pandangnya gelap, hanya bisa melihat dengan bantuan lampu alat ini (jarak pandang) 1-2 meter saja," ujarnya. 

Di sisi lain, Syaugi juga meyakini jasad-jasad korban tidak berada dalam satu titik, melainkan tersebar di sekitar koordinat lokasi penemuan. "Sementara, kan, orang (jasad-jasad korban) bukan berarti ngumpul semua di satu sisi. Berarti butuh waktu, 'oh ini ketemu ini kita data, terus kita cari lagi ke sisi lain, oh ketemu kita data'," katanya. 

Syaugi menegaskan, Basarnas dan pihak terkait lainnya akan terus melakukan pencarian hingga tuntas. Sebab, hal itu merupakan komitmen serta kehadiran negara. "Pemerintah serius dan hadir jadi mulai kejadian dari Senin (18/6/2018) itu kami hadir. Kedua, all out mengerjakan itu. Dengan segala daya upaya. Ketiga, kami bekerja dengan hati," ujarnya. (*) 




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Kompas.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus