Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Tak Miliki Izin, Pemkab Bintan Kepri Pulangkan TKA Asal China

Kamis, 02 April 2020

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

TANJUNGPINANG-Sebanyak 10 dari 39 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dipulangkan ke Jakarta menggunakan Pesawat Lion Air di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Kamis siang.

Kepala Administrator Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang, Bintan, Hasfarizal Handra di Bandara Raja Haji Fisabilillah mengatakan, pemulangan TKA tersebut dilakukan bertahap karena terkendala tiket pesawat.

Pemerintah Bintan menginginkan proses pemulangan TKA ilegal yang ditemukan di PT Bintan Alumina Indonesia itu berlangsung cepat. "Kalau bisa seluruhnya dipulangkan hari ini. Kami terus mengawasinya," kata Hasfarizal yang juga Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bintan tersebut.

Disampaikan, Pemkab Bintan memulangkan seluruh TKA asal China itu karena tidak memiliki izin bekerja di PT Bintan Alumina Indonesia.

TKA itu, berdasarkan pernyataan pihak perusahaan, bekerja sebagai konsultan yang mengarahkan penggunaan peralatan dalam proses pembangunan smelter. Mereka tidak sempat bekerja di perusahaan itu sehingga tidak diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Tìdak ada perbedaan perlakuan. Mereka baru tiba di lokasi perusahaan, kemudian heboh. Jadi mereka belum sempat bekerja, kemudian kami minta pihak perusahaan untuk mengembalikan mereka ke Jakarta. Urus izinnya di Jakarta," ucapnya.

Terkait hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim medis terhadap 39 orang TKA asal China itu, Hasfarizal mengatakan mereka non reaktif terhadap Covid-19. Pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan Rapid Test. "Hasilnya non reaktif," ujarnya.

Sebelum, Direktur PT BAI, Santoni keberatan TKA asal China itu dikembalikan ke Jakarta. Alasannya, perusahaan mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan pembangunan imbas dari Covid-19.

Pemulangan 39 orang TKA itu akan menimbulkan dua permasalahan yakni proyek pembangunan terhambat sehingga kemungkinan terjadi PHK terhadap tenaga kerja lokal.

Permasalahan kedua, kondisi Jakarta yang melakukan pembatasan-pembatasan sehingga TKA akan kesulitan berada di Jakarta. "Kondisi ini yang mungkin dapat menimbulkan pemberitaan negatif secara nasional, belum lagi digoreng-goreng. Saya khawatir itu terjadi," tukasnya. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus