Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Tanaman Aren Kini Menjadi Mata Pencarian Baru Masyarakat Siak

Minggu, 03 Juni 2018

Sosialisasi manfaat tanaman aren sebagai mata pencarian baru. (Foto:Humas)

SIAK-Tanaman aren sekarang sudah menjelma menjadi mata pencarian baru masyarakat Kabupaten Siak, Riau. Tanaman dengan nilai ekonomi tinggi ini, sebelumnya hanya menjadi tanaman hutan dan kurang mendapat perhatian masyarakat. Keberadaan kalah dibanding sawit yang merupakan idola masyarakat.

Ketua Asosiasi Aren Provinsi Riau Warsito menyebut, selama ini masayarakat hanya berpikir sawit. Sehingga tanaman yang nilai ekonominya sangat luar biasa yang ramah lingkungan, tanaman konservasi dan tanaman hutan yang dapat tumbuh di sekitar kita terabaikan.

Masyarakat meski sudah mengenal tanaman ini, namun belum begitu paham, manfaat dan cara membudidayakannya, sehingga aren tersebut tumbuh liar dibiarkan begitu saja. “Saat ini, kami sedang mengembangkan tanaman aren di Kia Jaya Kijang Mati, Kabupaten Pelalawan. Arena ditanam di lahan 10 hektare dengan jumlah 1.300 batang. Dia ditanam di sela sawit. Sekarang baru 18 batang yang sudah menghasilkan," ujar Warsito di hadapan peserta sosialisasi di Kantor Bupati Siak, Kamis lalu.

Ditambahkan, dari 18 batang aren per 1 batang menghasilkan 10 liter nira, dimana perliter nira di jual Rp10 ribu. Di kalikan 10 liter menjadi Rp100 ribu hasil perbatangnya. Kalau ada 18 batang aren setiap harinya petani akan menerimah hasil Rp1.800 ribu per hari nya.

“Ini kita olah baru dari air niranya saja, belum lagi dari buah kolang kaling, daun, tepung aren dan batang nya dapat di manfaatkan sebagi bahan forniture. Tanaman ini dari daun hingga akar semuanya bermanfaat tidak ada yang terbuang,” ujar Warsito.

Hal senada diungkapkan Dewan Pimpinan Wilayah (AAI) Asosiasi Aren Indonesia Riau Muhamad Dun. Menurutnya, aren merupakan tanaman multi manfaat mulain dari daun hingga akarnya bernilai ekonomi, bahkan prospek ekonominya dapat mengalahkan sawit. Tanaman aren dapat di panen setiap hari. Tentu hasilnya 10 kali lipat di banding kelapa sawit.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Siak Syafrilenti mengatakan, untuk Siak tanaman ini tumbuh liar dan sangat mudah ditemui. Aren adalah tanaman tua yang sejak zaman dulu sudah ada. "Paling batang aren yang tumbuh secara alami dimanfaatkan warga untuk mengambil buah dibuat kolang kaling dan air niranya sebagai minuman,” kata Lenti.

Padahal, setelah mendengarkan manfaat dan nilai ekonominya cukup tinggi. Harapannya melalui sosialisasi tanaman aren ini dapat di kembangkan di kabupaten Siak, sehingga menjadi sumber baru bagi kesejahteraan masyarakat Siak.

"Sebagai tujuan wisata kabupaten Siak, dengan di kembangkannya budidaya tanaman Aren ini, akan melahirkan industri kreatif dan jajanan khas dari Siak yang bahanbakunya berasal dari tepung dan gula aren," tukasnya. (*)



Penulis: Satria Donald
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Humas


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus