Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Tangkal Perilaku Negatif Dengan Mengembangkan Silat
Selasa, 18 Desember 2012 - 13:50:58 WIB
SELAT PANJANG-Persatuan Seni Budaya Melayu Iman Bakti Asih menggelar atraksi seni bela diri pencak silat melompati api di hadapan masyarakat Desa Tenan, pekan lalu. Hal ini mengundang decak kagum masyarakat. Kekaguman itu dilontarkan Kepala Sub Bidang Keserasian dan Penguatan KAT Kementerian Sosial RI, Ros Halfiah yang hadir di Meranti.
 
“Atraksi pencak silat yang dipertontonkan tadi sungguh sesuatu yang  sangat menarik dan mengagumkan. Apalagi mereka masih dalam usia sangat muda. Namun keberanian dan keterampilan yang dimiliki sungguh luar biasa. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatihnya yang telah membina generasi muda dengan sangat baik,” papar Ros Halfiah.

Dikatakan, saat ini perilaku remaja atau generasi muda sangat mengkhawatirkan. Mereka cenderung menghabiskan waktunya dalam kegiatan yang negatif. Dengan kegiatan pencak silat, ia yakin akan mampu menangkal kegiatan negatif para remaja nantinya.

“Saya sedih melihat perkembangan anak muda jaman sekarang, terutama yang di kota-kota besar. Mereka lebih suka menghabiskan waktu ke tempat-tempat terlarang seperti portitusi, pub, club malam atau tempat-tempat yang didalamnya banyak terdapat maksiat. Baik itu mengkosumsi minuman keras, narkoba bahkan mengarah kepada prilaku seks bebas,” katanya.
 
Makanya Ros berharap, kegiatan silat harus mampu menjadi penangkal perilaku negatif generasi muda di Kabupaten Kepulauan Meranti. “Silat tak hanya sebuah olahraga, namun ia juga bagian dari seni budaya leluhur bangsa Indonesia. Nilai budaya lokal ini perlu terus dikembangkan untuk bentengi perilaku negatif para remaja. Selain itu juga menjadi salah satu wadah untuk meregenerasi atau melestarikan seni budaya pencak silat,” tukasnya.
 
Karena itu, dia berharap Pemkab Meranti bisa mengembangkan dan membangkitkan seni budaya lokal tersebut. Hal ini, menurutnya bisa diprogramkan setiap satuan kerja. Dinas lainnya seperti Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pendidikan juga diharapkan mengangkat seni budaya lokal pencak silat tersebut.
 
Pembina sekaligus pelatih Persatuan Seni Budaya Melayu IBA, Sawaludin mengatakan, perguruan silat ini dididirikan tahun 1995. Awal mulanya terbentuk untuk menyelematkan generasi muda dari kegiatan yang tak berguna.

“Dulu daerah Selatpanjang atau Meranti, premanisme itu sangat kuat sekali. Dari sini muncul keinginan saya agar para remaja tidak terseret dalam dunia premanisme, maka terbentuklah perguruan silat yang tujuannya bukan untuk menunjukkan kekuatan, tapi lebih kepada pengendalian diri dan pembentukan karakter remaja kita,” ucapnya.
 
Menurutnya, pencak silat merupakan olahraga yang memiliki dampak positif dalam  membentuk mental, sportif dan jujur. Dengan aktivitas di pencak silat remaja dan generasi muda bisa terhindar dari ancaman bahaya narkoba yang menyebar di tengah bangsa Indonesia dan menjadi penyebab kematian sekitar 15.000 jiwa per tahun.
 
Ditambahkan, silat sebagai seni dan beladiri diyakini telah berusia ribuan tahun. Oleh karena itu silat adalah produk budaya yang memiliki nilai luhur. Sebagai generasi penerus, menurut dia, bangsa Indonesia sudah sepatutnya meneruskan semangat perjuangan, melestarikan, mengangkat, dan mengembangkan pencak silat yang merupakan budaya asli bangsa Indonesia.

“Benang emas yang ingin dipaparkan disini, adalah bagaimana memposisikan silat tradisional sebagai seni dan olahraga beladiri agar dicintai oleh masyarakat kita. Jauh dari kesan gagahan, jauh dari kesan kekerasan, jauh dari kesan sombong atau percaya diri yang berkelebihan," tukasnya.
 
Diakui, dalam mengembangkan seni bela diri silat, dirinya harus merogoh saku sendiri tanpa bantuan dari pihak pemerintah maupun swasta. Atas jerih payah tersebut, beberapa prestasi mampu diciptakan oleh pendekar IBA. Di antaranya berhasil menelurkan atlet berprestasi. (btr/rah)
Tangkal Perilaku Negatif Dengan Mengembangkan Silat



Berita terkait :



Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus