Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Properti

Temukan Jati Diri Anak Lewat Taman Rumah

Jumat, 31 Januari 2014


DALAM bukunya berjudul Last Child in the Woods, Richard Louv mengeksplorasi beberapa gangguan, akibat defisit alam bagi kehidupan manusia. Teori dasarnya simpel. Menurut Richard, anak-anak sekarang semakin sedikit bermain di luar rumah. Akibatnya, mereka memiliki lebih sedikit rasa percaya diri dan kreativitas, tak dapat berpikir di luar kebiasaannya. Sulit bekerjasama dengan baik dengan orang lain serta sejumlah ciri psikologis sampai fisik lainnya, seperti obesitas.

Richard bilang, bertolak dari itulah anak-anak perlu bermain di alam, terutama alam yang beragam. Anda pun bisa membuatnya, merancang alam kecil dengan kemiripan yang liar dan bebas di dalamnya. Ya, Anda bisa membuat taman kecil yang hijau dan sehat untuk mengembangkan pikiran anak-anak Anda.

Ciptakan misteri
Anda bisa membuat taman yang mengisyaratkan banyak tujuan dan menciptakan misteri. Membuat jalan kecil, jalan setapak tersembunyi di antara pohon-pohon, sebuah sudut tersembunyi oleh semak dan sebagainya. Ini adalah tempat-tempat yang bisa Anda rancang secara khusus untuk melatih anak-anak berpikir mandiri dan mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Kemana jalan untuk keluar? Ada apa di sudut sana? Kemana saya bisa bersembunyi dan yakin tidak ada yang akan menemukan saya? Itulah yang bisa Anda tanamkan lewat taman mungil di rumah Anda!

Tekstur dan aroma yang beragam

Semakin banyak warna dan berbagai daun, semakin kuat rasa yang tercipta untuk membuat anak-anak terhubung dan mengeksplorasi alam sekitarnya. Bunga lavender, rerumputan, atau mawar di tepi jalan adalah arena anak-anak bermain dabn mencari tahu.

Buatlah tanaman rumput tumbuh dari yang paling rendah hingga yang paling tinggi di antara bunga-bungaan. Variasikan daun besar dan daun kecil, warna daun hijau dan merah atau biru serta kuning.

Harmonisasi suara

Sebuah air mancur adalah sumber bunyi yang harmoni atau kolam beriak dangkal akan menarik anak-anak untuk selalu ingin bermain di taman. Tak hanya menikmati, tapi buatlah kolam ini sebagai tempat kehidupan lain untuk diketahui anak-anak Anda. Ikan, kura-kura atau tanaman air akan menjadi sumber pengetahuan barunya.

Tempat duduk

Sediakan tempat duduk. Tempat terbaik untuk duduk di taman ada di antara rumput dan bunga, atau di pinggir kolam. Buatlah posisi duduk ini menghadap hamparan rumput atau bunga untuk teman setia bersantai anak-anak dan menajamkan imajinasinya jika ia senang menggambar atau melukis.

Pesona batuan

Siapa yang tidak suka bermain dengan batu? Semua anak pasti menyukainya! Mulai batu dengan dengan ujung-ujungnya yang halus seperti kulit atau bergigi kasar, mereka suka memegang dan melempar-lemparnya ke rerumputan atau kolam. Nah, tumpukkan batu-batu itu dan buatlah satu kreasi untuk memperindah taman Anda.

Selamat datang satwa liar!

Kebetulan, hampir semua hal di atas akan akan serta merta mengundang satwa liar masuk ke taman Anda, baik itu air/kolam, batuan, serta lanskap bertekstur dengan berbagai tanaman dan bunga. Tanaman-tanaman ini akan mendukung rantai makanan lokal serangga dan burung.

Namun, Anda tak perlu menyemprotkan pestisida atau bahan kimia lainnya. Selain baik bagi alam, cara ini juga baik untuk menjaga kesehatan anak-anak Anda.

Tentu saja, jauh di lubuk hati, kelak kita ingin anak-anak kita pergi jauh, entah ke gunung atau ke hutan, ke tepi sungai atau danau sebagai tempat-tempat terindah yang menginspirasi dan memungkinkan suatu saat mereka ke sana untuk keluar dari kehidupan biasanya dan sejenak melepaskan norma-norma sosial. Semua itu bisa Anda awali dari taman di rumah Anda.

Ya, biarkan taman di rumah Anda menjadi awal bagi anak-anak Anda menemukan diri mereka untuk pertama kalinya. Mulai sekarang, cobalah untuk berpikir tentang lanskap di rumah Anda melalui mata, lalu buatlah dunia yang lebih sehat bagi mereka, diri sendiri, dan satwa liar di dekatnya. (houzz.com)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus