Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Terduga Kurir Sabu 3,16 Kg di Bengkalis Diringkus, Ini Ancaman Hukumannya

Senin, 05 Agustus 2019

Polisi menunjukan barang bukti narkoba. (Foto:Rtc)

BENGKALIS-Polres Bengkalis menangkap terduga kurir narkoba jenis sabu, Kamis lalu. Polisi juga menyita barang bukti diyakini sebagai sabu seberat 3 kilogram lebih dengan nilai miliaran rupiah.

Satu tersangka yang diamankan berinisial AF alias Yono (30), warga Desa Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis berikut barang bukti tiga bungkus paket besar yang berlakban warna kuning diduga berisi barang haram jenis sabu dengan berat kotor 3.167,18 gram (3,16718 Kg).

Wakapolres Bengkalis Kompol Kurnia Setyawan didampingi Kasat Reserse Narkoba AKP Syahrizal mengatakan, kasus ini terungkap setelah dilakukan penyelidikan, 19 Juli lalu setelah petugas memperoleh informasi adanya transaksi Narkoba jenis sabu dalam jumlah besar. 

Tanggal 26 Juli, polisi memperoleh kabar dari masyarakat adanya narkoba jenis sabu di sekitar Desa Sungai Alam oleh seorang warga AF alias Yono. Kemudian tim melakukan penyelidikan terhadap Yono dan melakukan pengintaian.

Tanggal 31 Juli 2019, keberadaan Yono diketahui setelah petugas mengintrogasi istrinya dan ternyata melarikan diri ke Kabupaten Pelalawan, karena menyembunyikan diduga barang haram itu. Kamis, 1 Agustus sekitar pukul 03.30 WIB, Yono diamankan petugas tanpa perlawanan di Perumahan Kanobelly Sawit Kerinci, Desa Kitab Jaya, Kecamatan Sei. Kijang, Pelalawan.

"Barang bukti diduga disembunyikan tersangka ditemukan di tiga titik berbeda," ungkap Waka Polres Bengkalis, Kompol Kurnia Setyawan dalam jumpa pers di Mapolres, Senin siang.

Sementara itu, tersangka Yono ketika berhasil ditemui mengaku dan berdalih bahwa barang haram itu ditemukannya di dalam parit, dan bukan miliknya dan dengan sengaja dia sembunyikan kembali. 

Dirinya malarikan diri karena alasan takut akan ditangkap kepolisian. "Saya menemukannya pak di dalam parit. Kemudian saya sembunyikan dan setelah saya lari karena takut pak," dalihnya.

Yono akan jerat dengan Pasal 114 (2), dan Pasal 112 (2) UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maskimal pidana mati. (*)




Editor: Evi Endri
Sumber: Riauterkini


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler


     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus