Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Terkait Pemindahan ISG, Roy Minta Maaf ke Warga Riau

Selasa, 30 April 2013


JAKARTA-Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Riau, terkait pemindahan Islamic Solidarity Games atau ISG III yang rencananya akan berlangsung di Riau, namun akhirnya dipindahkan ke DKI Jakarta.

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Riau," ujar Roy Suryo usai bertemu Gubernur DKI, Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Selasa (30/4). Sebagai bentuk permintaan maaf, dirinya tetap akan melibatkan masyarakat Riau dalam event yang digelar secara rutin ini. Pelibatan tersebut dengan merekruit pemuda dan mahasiswa untuk menjadi Liaison organizer atau perantara serta penerjemah bagi para peserta yang hadir.

Roy mengaku siap bertanggung jawab terkait pemindahan event ISG dari Pekanbaru ke Jakarta dan pemunduran jadwal ISG dari bulan Juni menjadi September. "Saya harus bertanggung jawab terhadap keputusan yang memang harus diambil," kata Roy.

Sebelumnya, Roy menyatakan, keputusan pemerintah memindahkan tempat penyelenggaraan ISG untuk menyelamatkan citra pemerintah Riau sekaligus citra Indonesia di mata internasional, terutama di antara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang akan menjadi peserta ISG III. "Saya dengar ada pameo di kalangan masyarakat Riau yang berbunyi 'jangan sampai berawal di ISG dan berakhir di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)' itu sungguh menyentak dan membuat kita berusaha menyelamatkan Riau dan juga Indonesia," ujar Roy di sela-sela program pembentukan karakter atlet Pelatnas SEA Games di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus, Batujajar, Jawa Barat, Rabu (24/4) lalu.

Roy mengungkapkan, perubahan tempat penyelenggaraan ISG juga merupakan desakan dari negara anggota Islamic Solidarity Sport Federation (ISSF) yang telah melihat langsung kondisi venue pertandingan di Pekanbaru, Riau. Anggota ISSF menurut Roy justru mempertanyakan penyelenggaraan ISG yang akan dilangsungkan di Riau. "Mereka menanyakan kenapa diberi tempat yang belum siap padahal mereka yakin Indonesia bisa jadi tuan rumah ISG," imbuhnya.

Politisi Partai Demokrat tersebut menambahkan, dirinya sebelumnya memang mengakui mencoba membela Riau dengan menutup opsi pemindahan tempat penyelenggaraan ISG. Namun, penetapan status tersangka Gubernur Riau, Rusli Zainal dalam kasus korupsi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 membuat dua masalah besar, yaitu pelunasan hutang pembangunan stadion utama dan renovasi venue renang tidak dapat dijalankan.

Roy juga mensinyalir adanya ketidakkompakan antar panitia daerah ISG karena beberapa panitia daerah mencalonkan diri dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Riau. "suasana kebatinan masyarakat Riau juga cenderung ke arah Pilkada," tukasnya.

Riau sebenarnya sempat mengajukan pengunduran jadwal ISG Juli-Agustus atau November, namun pemerintah dengan tegas menolak karena Juli-Agustus bertepatan dengan bulan Ramadhan dan November terlalu mepet dengan pelaksanaan SEA Games XXVII 2013 Myanmar. "Mereka (Riau) menolak di bulan September, sedangkan Oktober terlalu mepet dengan perayaan idul adha di negara-negara arab," kata Roy.

Roy memastikan, pelaksanaan ISG di Jakarta pada 22 September-1 Oktober tidak akan menemui kendala karena usulan tersebut sudah disetujui negara peserta ISG. Iapun akan segera melaporkan perubahan tempat tersebut kepada Presiden usai menggelar rapat dengan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Menteri Luar Negeri, dan Menteri Dalam Negeri dalam waktu dekat ini.

DKI Jakarta, menurut Roy tidak terlalu pusing memikirkan penyiapan Liasion Officer (L.O) karena sekitar 4000 LO yang telah dilatih oleh Pemprov Riau bisa dialihkan ke Jakarta untuk menjamin kelancaran pelaksanaan ISG. "saya kira itu merupakan solusi bagi mahasiswa yang sudah dilatih jadi LO disana," tandas Roy. (mtt/trp)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus