Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Terlibat Korupsi Lampu Penerangan Jalan, Kejati Riau Tahan Kabid DKP Pekanbaru

Jumat, 13 Oktober 2017

Kejati Riau tahan Kabid DKP Pekanbaru. (Foto:Ilustrasi)

PEKANBARU-Kejaksaan Tinggi Riau menahan Kepala Bidang Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pekanbaru berinisial M, karena terjerat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lampu penerangan jalan. Dalam proyek tersebut, M bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen.

"Setelah selesai Berita Acara Pemeriksaan (BAP), yang bersangkutan langsung ditahan di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk," kata Asisten Pidsus Kejati Riau Sugeng Riyanta, Jumat (13/10/2017) di Pekanbaru.

Dikatakan, sebelumnya M sudah diperintahkan untuk ditangkap sejak Kamis kemarin. Malamnya kejati bahkan telah memburunya ke Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Namun yang bersangkutan tidak ditemui dan melarikan diri. Jumat pagi, M baru menyerahkan diri ke Gedung Pidsus. Setelah itu, langsung dilakukan penangkapan untuk dihadapkan kepada penyidik dan menjalani pemeriksaaan. "Tadi malam tim penyidik sempat menggrebek rumah tersangka, namun melarikan diri. Alhamdulillah akhirnya sadar dan menyerahkan diri," ungkapnya.

Sebelumnya, penyidik juga sudah menangkap tersangka lainnya berinisial ABD yang berperan sebagai makelar proyek tersebut. Dia ditangkap sedang berada di kediamannya di Bangkinang. "Sekitar pukul 24.00 tadi malam, tersangka dibawa ke Kantor Pidsus Kejati Riau untuk dihadapkan kepada penyidik untuk dilakukan pemeriksaan. Penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan ABD di Rutan Sialang Bungkuk," tambahnya.

Sebelumnya, Kejati juga sudah menahan tersangka HW (33), Manajer Pemasaran Perusahaan Lampu PT SCA berkantor di Jakarta. Dia bertindak sebagai broker dan turut mensuplai barang untuk paket proyek tersangka lainnya.

Secara keseluruhan, ada lima tersangka korupsi lampu jalan Pekanbaru ini. Dua lagi Mj dan Mhr. Mj sudah mengembalikan dana sebanyak Rp130 juta, sedangkan Mhr masih berjanji akan mengembalikan. "Dua tersangka ini koperatif dan kita tidak lakukan penahanan," imbuh Sugeng.     

Total kerugian dari kasus korupsi ini masih dihitung Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Riau. Sejauh ini, Kejati mendapati Rp1,3 miliar kerugian negara dari anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau tahun 2016 senilai Rp6,7 miliar. (antara)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus