Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Terlibat Narkoba, 3 Anggota Polres Rohil Dipecat Dengan Tidak Hormat!

Selasa, 06 Maret 2018

Sidang Kode Etik Profesi Polri Polres Rohil. (Foto: Jon/FokusRiau.Com)

UJUNG TANJUNG-Polres Rokan Hilir memecat atau melakukan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap tiga anggotanya melalui sidang Propam KKEP IV. Sidang pelanggaran kode etik dan displiner tersebut berlangsung di aula gedung Panaluan Mapolres Rohil, Senin semalam.

Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto R melalui Wakapolres Kompol dr Wawan kepada FokusRiau.Com, Selasa (6/3/2018) menerangkan, pemecatan tiga anggotanya dilakukan, karena terlibat narkoba. Dua di antaranya sudah divonis penjara oleh Pengadilan Negeri.

Ketiga anggota tersebut adalah Brigadir FES dengan NRP 87050771 Sat Sabhara Polres Rohil, Brigadir NG dengan NRP 84041101 yang bertugas di Polsek Bangko dan Bripda MR, NRP 92100569 yang merupakan anggota Sat Sabhara Polres Rohil.

Pelanggaran yang dilakukan ketiga anggota tersebut tidak masuk dinas atau tidak melaksanakan apel pada hari kerja secara berturut-turut dan melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf a PPRI Nomor 1 Tahun 2003.

"Hal-hal yang memberatkan, selain pelanggaran disiplin, mereka positif mengunakan narkoba setelah dilakukan test urine. Ditambah pelanggaran yang memalukan institusi Polri," ujar Kompol Wawan.

Pelanggaran memberatkan itu adalah saat Brigadir ES telah melakukan pelanggaran dengan larinya dua tahanan dari sel Polsek Bangko Pusako Polres Rohil dan Bripda MR melakukan pelanggaran kekerasan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang sudah divonis lima tahun penjara.

Sedangkan Brigadir NG telah divonis empat tahun penjara dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap keputusan PN Rohil dalam kasus narkoba.

Berdasarkan hasil notulen rapat staf Perwira Polres Rohil 20 Februari 2018, 22 orang memberikan pendapat dan saran bahwa ketiga anggota ini tidak layak dipertahankan untuk tetap berada dalam dinas Polri. Ketiganya telah meninggalkan dinas dalam keadaan sadar serta tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Di samping itu, tambah Kompol Wawan, perilaku pelanggar dinyatakan sebagai perbuatan tercela dan direkomendasikan diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) sebagai anggota Polri.

Pemecatan akan memberikan dampak bagi kinerja Polri ke depannya. Polri ingin tidak ada lagi anggota Polri di Polres Rohil yang bermasalah, baik displin maupun mengunakan narkoba. "Sekali lagi saya tekankan, jangan coba-coba melanggar aturan yang sudah dibuat, apalagi memakai narkoba, kita sikat habis dan tidak ada ampun," tukasnya. (joni saputra)


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus