Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Teror Bom di Kantor Haluan Kepri

Selasa, 24 Juli 2012


BATAM-Teror bom terjadi di Kantor Surat Kabar Haluan Kepri di Batam, Kepulauan Riau. Selasa dini hari tadi, sekitar pukul 00.45 WIB, sebuah bom meledak di udara sebelum jatuh ke atas mobil di halaman percetakan kantor surat kabar tersebut.

"Saya perkirakan, bom itu meledak di udara sebelum jatuh di atas mobil yang parkir di halaman kantor percetakan," kata Pemimpin Redaksi Surat Kabar Haluan Kepri, Ahmad Zulkani di Batam, Selasa (24/7). Menurutnya, usai meledak, tercium bau mesiu menyengat di sekitar halaman kantor.

"Bagi kami itu meledak. Asumsi kami itu adalah bom," kata Zul. Menurutnya, ledakan berasal dari sebuah tabung dengan dua katup yang dibatasi dan bagian atas tabung meledak sedang yang bawah belum.

Saat ini, tabung tersebut telah dibawa tim Gegana Polda Kepulauan Riau. Teror bom muncul terkait pemberitaan yang disiarkan surat kabar itu. "Asumsi kami, bom tersebut terkait dengan pemberitaan, tapi masih belum tahu yang mana," katanya.

Dikatakan, jika memang karena pemberitaan tidak seharusnya dibom. "Kan ada mekanismenya yang baik, ada undang-undangnya," kata Ahmad Zulkani. Sebelum pelemparan bahan ledak tersebut, tidak ada ancaman. Mengenai kerugian tidak besar, karena ledakan hanya merusak mobil percetakan. Menurutnya, upaya teror tidak akan mempengaruhi kinerja pemberitaan. 

Usut Tuntas
Sementara itu, Aliansi Jurnalis Independen Kota Batam meminta kepolisian mengusut tuntas pelemparan bom pipa berisi bahan peledak yang dilakukan orang tidak dikenal. "Apapun alasannya, perbuatan tersebut tidak benar. Polisi harus mengusut tuntas kasus ini," kata Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam, Muhammad Zainal Abidin.

Dikatakan, teror pelemparan bom selain merupakan upaya nyata menghalangi kinerja pers sebagai kontrol sosial masyarakat yang dilindungi undang-undang. "Jika alasan karena pemberitaan seharusnya pihak yang merasa dirugikan mengambil jalur yang telah disediakan media, yakni hak jawab," tukasnya.

Cara yang dilakukan pelempar bom merupakan cara kriminal yang mencederai kebebasan pers. "Ini sudah merupakan tindakan melawan hukum. Polisi harus turun tangan dan menyelesaikannya hingga tuntas agar tidak terulang pada perusahaan lain di Batam dan daerah lain," ujar Zaenal. (bsh/anc)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus