Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Tersangka KPK Menangi Pilkada, Mendagri Tetap Akan Lantik Bupati Tulungagung Mulyo

Jumat, 29 Juni 2018

Kemendagri akan tetap melantik tersangka KPK. (Foto:Antara)

JAKARTA-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan tetap melantik calon petahana Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkannya sebagai pemenang dalam pemilihan kepala daerah. Padahal, saat ini dia sudah berstatus sebagai tersangka KPK dalam perkara suap proyek peningkatan jalan.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar menyebut, hal itu dilakukan lantaran Syahri belum divonis bersalah oleh putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. "Ya tetap dilantik. Kan masih proses hukum. Tersangka kan belum inkracht," kata Bahtiar di Kantor Kemendagri, Kamis kemarin.

Syahri Mulyo yang berpasangan dengan Maryoto Bhirowo unggul sementara dalam Pilkada Kabupaten Tulungagung versi hitung cepat KPU dari pesaingnya Margiono-Eko Prisdianto. Syahri-Maryoto memperoleh 59,54 persen, sementara Margiono-Eko meraih 40,46 persen suara.

Syahri-Maryoto diusung PDIP dan NasDem. Lawannya adalah Margiono-Eko didukung oleh PKB, Gerindra, Demokrat, Golkar, Hanura, PAN, PKS, PPP dan PPP. Menurut Bahtiar, jika keputusan hukum tetap terhadap Syahri sudah terbit, pemerintah baru mengambil keputusan lain. Pemerintah dapat menunjuk wakil bupati menjadi kepala daerah menggantikan Syahri yang haru menjalani hukuman.

"Kalau nanti inkracht, sudah diputuskan [hukuman] sekian tahun, baru dilakukan tindakan administrasi pemerintahan selanjutnya, apakah lalu wakil bupatinya naik jadi bupati," ujar Bahtiar

Syahri ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap terkait proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan. Dalam perkara ini KPK menjerat Syahri dengan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*) 




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus