Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Galeri Foto

Tinjau Alat Pengolahan Kelapa, Bupati HM Wardan: Tingkatkan Harga Kelapa Butuh Sinergitas

Selasa, 31 Juli 2018

Bupati HM Wardan meninjau lokasi pengolahan kelapa. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com)


INDRAGIRI HILIR-Bupati HM Wardan meninjau alat pengolah kelapa terpadu yang ada di Dusun Sungai Sirih, Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu dan Desa Sungai Ara, Kecamatan Kempas, Indragiri Hilir, Riau, Senin (30/7/2018).

Bupati didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) HT Juhardi, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) H. Kuswari, Camat Tembilahan Hulu M. Nazar dan pejabat eselon Pemkab Inhil serta awak media.

Bupati mengaku sengaja meninjau alat-alat pengolahan kelapa tersebut. Ini dilakukan karena beberapa waktu lalu, dia mendapat informasi belum maksimalnya pemanfaatan alat-alat tersebut. 

Dikatakan, alat-alat pengolahan kelapa terpadu tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Percepatan Desa Tertinggal (PDT) tahun 2017 lalu. Pemkab Inhil, kata HM Wardan, sangat menyayangkan kalau alat-alat tersebut tidak difungsikan secara maksimal.

"Hari ini saya fokus memantau dan melihat beberapa peralatan yang sudah disediakan. Tadi kan kita melihat yang ada di lokasi Pulau Palas, memang sudah lama sekali kita programkan sejak tahun 2014, tapi belum berfungsi. Saya berikan waktu satu bulan, semoga bisa difungsikan," ujarnya. 

Bupati meminta camat dan kepala desa untuk mengumpulkan kelompok tani yang sudah ditetapkan sebelummnya. "Kalau mereka tidak mampu mengelola, ganti dengan orang lain atau nanti saya pindahkan ke kecamatan lain yang bisa mengoperasikannya. Sayang sekali, alat ini bernilai ratusan juta tapi tidak berfungsi," ujarnya.

Diungkapkan, alat-alat tersebut berfungsi untuk pengolahan kelapa menjadi minyak putih. "Tapi di Kempas ada juga alat untuk pengolahan sabut dan pengolahan tempurung menjadi arang. Jadi ke depan, alat-alat ini harus difungsikan, karena masyarakat sangat merasakan dampak anjloknya harga kelapa. Dengan memaksimalkan ini sudah ada upaya yang kita lakukan. Kalau ini sudah dapat berfungsi dan mendapat hasil yang baik, maka akan kita kembangkan ke kecamatan lain, sehingga upaya kita untuk memperbaiki dan meningkatkan harga kelapa bisa kita lakukan," harapnya. 

Dalam memperbaiki dan meningkatkan harga kelapa, menurut HM wardan, dibutuhkan sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "OPD harus saling bahu membahu, tidak bisa hanya satu OPD saja. Di sini butuh peran dan kerjasama antara Disperindag, Dinas Koperasi, DPMD, Perkebunan dan OPD lain yang berkaitan," urainya.

Bupati juga menyampaikan rencananya untuk melakukan pemantauan dan evaluasi, terkait keberadaan alat-alat pengolahan kelapa terpadu tersebut. 

Di sela peninjauan, Bupati dan rombongan menyempatkan diri beristirahat dan menikmati kelapa muda dari warga Dusun Sungai Sirih. (zamri)
 
 
Bupati HM Wardan berdialog dengan pengelola kelapa. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com) 
 
 
Bupati HM Wardan melihat hasil pengolahan kelapa menjadi minyak goreng.(Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com) 
 
 
Bupati HM Wardan berdialog tentang minyak goreng putih yang dihasilkan kelapa dari alat pengolahan tersebut. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com) 
 
 
Bupati didampingi Kepala Bappeda HT Juhardi, Kepala DTPHP H. Kuswari, Camat Tembilahan Hulu M. Nazar melihat langsung peralatan pengolahan kelapa. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com) 
 
 
Bupati HM Wardan meminta agar penggunaan alat pengolahan kelapa dioptimalkan masyarakat melalui kelompok masing-masing. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com) 


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus