Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Tunggakan Listrik Pelanggan PLN Rengat Capai Rp4,5 M

Sabtu, 16 Maret 2013


RENGAT-PLN Rayon Rengat mengimbau seluruh pelanggan untuk segera melunasi tagihan listriknya tepat waktu, agar terhindar dari pemutusan dan pembongkaran KWH meter. Sebab sampai Maret ini, tunggakan pembayaran rekening listrik di wilayahnya sudah mencapai Rp4,5 miliar.

"Dari 23.607 pelanggan PLN Rayon Rengat, sekitar 4.000 di antaranya menunggak tagihan rekening listrik dengan nilai mencapai Rp4,5 miliar. Ini tunggakan terhitung, Jumat (14/3) untuk pembayaran penggunaan listrik Februari," papar Manajer PLN Rayon Rengat, Arif Supriadi, Sabtu (16/3).

Pelanggan yang menunggak pembayaran rekening listrik umumnya merupakan pelanggan rumah tangga, termasuk instansi pemerintah. Jumlah tunggakannya juga bervariasi, mulai 1-3 bulan dan tersebar di seluruh wilayah Rengat, Rengat Barat, Seberida, Kilan dan Selensen.

Dikatakan, PLN Rayon Rengat akan melakukan pemutusan listrik sementara terhadap pelanggan yang menunggak satu bulan. Sedangkan bagi pelanggan yang telah menunggak sampai tiga bulan, PLN akan membongkar KWH meter dan memberhentikan berlangganan. "Sebelum melakukan pemutusan, kita akan melakukan pendekatan persuasif termasuk sosialisasi dengan penyebaran stiker imbauan. Bila pelanggan tidak melunasi tagihannya, baru kita lakukan pemutusan ataupun pembongkaran KWH Meter. Jika sudah dinyatakan berhenti berlangganan, maka masyarakat harus kembali mendaftar sebagai calon pelanggan baru untuk dapat menikmati aliran listrik PLN," tukasnya.

Diungkapkan, PLN Rayon Rengat sampai sekarang masih terus melakukan pemutusan sementara dan pembongkaran KWH meter bagi pelanggan yang menunggak. Meski demikian, diakui jumlah personil PLN tidak sebanding dengan besarnya jumlah pelanggan yang menunggak pembayaran rekening listrik.

"Kita hanya punya 10 tim untuk melakukan pemutusan sementara dan pembongkaran KWH meter. Dalam satu hari, tim tersebut hanya bisa melaksanakan pemutusan pada 250 rumah pelanggan. Sementara jumlah pelanggan yang menunggak mencapai 4.000 orang," paparnya.

Untuk mengurangi jumlah tunggakan yang mencapai Rp4,5 miliar, PLN terus mengimbau pelanggan untuk mengganti KWH meter pasca bayar dengan sistem pra bayar. Dengan listrik pra bayar para pelanggan akan lebih hemat dalam penggunaan listrik. "Pelanggan memperoleh banyak keuntungan dengan menggunakan listrik pra bayar, karena tidak perlu repot bayar setiap bulan dan kalau terlambat tidak akan ada pemutusan listrik. Sementara tarif yang dikenakan sama antara pra bayar dan pasca bayar," ujarnya.

Dengan menggunakan listrik pra bayar, pelanggan dapat mengontrol pemakaian listrik kapan pun dan bisa menyesuaikan dengan pulsa yang ada. Selain itu, penjualan pulsa listrik pra bayar mudah di dapat. Bagi pelanggan yang ingin pindah ke sistim prabayar tidak akan dikenakan biaya, cukup dengan membayar untuk pulsa sebesar 20.000 dengan materai untuk administrasinya. (ihs)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus