Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Uji Publik Ranperda Tentang Lembaga Penyiaran Publik Lokal Kuansing FM

Jumat, 10 November 2017

Kuansing FM. (Foto:Istimewa)

KUANSING-Tertusuk hidung, baru mata berair. Mungkin inilah ungkapan yang tepat dialamatkan kepada Radio Pemerintah Daerah (RPD) Kuansing yang kini berstatus off air atau tidak mengudara lagi sejak dilaporkan masyarakat kepada Komisi Penyiaran Provinsi Riau. Laporan tersebut disampaikan, setelah adanya kejadian tidak menyenangkan sebab menyiarkan sesuatu yang tidak pantas di sela liputan pacu jalur, Agustus lalu.

Berdasarkan laporan masyarakat tersebut, Komisi Penyiaran kemudian melakukan investigasi legalitas penyiaran RPD Pemkab Kuansing tersebut. Alhasil, sungguh RPD yang merupakan sumber informasi publik bagi masyarakat Kuansing sejak bertahun-tahun ternyata tidak memiliki izin siaran. Menurut aturan, Komisi Penyiaran harus melarang RPD mengudara sebelum ada payung hukum yang jelas.

Sejak kejadian tersebut, Ir Syamsir Alam banyak menerima kritikan bahkan cacian atas ketidak becusannya memimpin OPD Kominfo yang bertanggungjawab terhadap lembaga  penyebarluasan informasi publik pemda tersebut. Padahal, OPD yang dipimpinnya baru berusia setengah tahun saja, tetapi kini dia harus bertanggungjawab.

Karena itu, Syamsir Alam kemudian menggelar sosialisasi Uji Publik Rancangan  Peraturan Daerah Tentang Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kuantan Singingi, Jumat pagi di ruangan multi media Kantor Bupati Kuansing. Tujuannya, agar keberadaan uji publik RPD segera disetujui DPRD Kuansing.

Uji publik dihadiri Plt Sekda H Muharlius, Kabag Hukum dan staf, Plt Kadis Kominfo Syamsir Alam dan jajarannya, seluruh kepala OPD. Setelah Perda Penyiaran disahkan DPRD, diharapkan aktivitas RDP Kuansing FM akan kembali normal. (jhon hendri)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus