Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pemkab Meranti

Upaya Pemuda Bandul di Meranti Riau Menjaga Tradisi 7 Likur Agar Tak Meredup

Jumat, 31 Mei 2019


MERANTI-Pemuda Desa Bandul di Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kepulauan Meranti, Riau terus menunjukan komitmennya dalam menjaga tradisi di bulan Ramadan. Pemasangan lampu colok pada malam 7 likur, merupakan satu tradisi yang terus dijaga agar tak meredup seiring perkembangan zaman.

Pemasangan lampu coluk untuk penerangan hanya ada pada Bulan Ramadan. Kegiatan itu berlangsung mulai memasuki puasa ke 27 puasa hingga beberapa hari setelah hari raya. Dulu, setiap daerah berlomba-lomba memeriahkan malam yang ditunggu-tunggu ini. Lampu penerang dibuat dari bahan bekas (kaleng dan botol) menggunakan minyak tanah. 

Namun belakangan, seiring perkembangan zaman banyak yang menggunakan lampu neon listrik untuk memberikan cahaya warna warni malam 7 likur. Tradisi 7 likur sebenarnya adalah merupakan tradisi yang dilakukan sejak masa lalu secara turun-temurun oleh masyarakat Melayu. 

Dengan melakukan penyalaan lampu/ penerangan tradisional yang ditempatkan di sekitar masjid, di berbagai penjuru jalan, halaman rumah dan teras-teras rumah penduduk. Pada malam puncak pelaksanaan malam 7 likur yaitu tepatnya pada malam 27 Ramadhan.

Agar tradisi turun temurun ini terjaga dengan baik, Pemuda Desa Bandul tetap membuat lampu coluk. Menurut Afriadi, salah satu pemuda setempat, tradisi 7 likur ini sudah berlangsung sejak lama dari turun temurun. 

Diapun kegiatan 7 liko (7 likur) ini memberi energi positif untuk generasi remaja dan pemuda. Yang mana mereka sedang berppuasa namun tetap bergotong royong untuk menyiapkan lampu coluk pada malam 27 Ramadan. "Ini adalah kegiatan positif bagi remaja dan pemuda. Kegiatan seperti ini sangat didukung oleh tetua-tetua masyarakat setempat," ujar Afriadi.

Diceritakan, setiap memasuki Ramadan, banyak tradisi yang dilakukan masyarakat Melayu dalam rangka menyambut dan memeriahkan bulan suci Ramadhan sebagai tanda syukur dan bergembira atas datangnya bulan penuh berkah. 

Sejak awal hingga berakhirnya pelaksanaan ibadah di bulan suci penuh berkah dan ampunan ini, banyak tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Melayu seperti bermain meriam bambu dan membuat lampu penerang alias coluk. Itu masih dilestarikan di Desa Bandul. 

"Berbagai kegiatan tersebut merupakan tradisi yang berlaku secara turun-temurun sejak masa lalu. Coluk masih dilakukan, namun sudah mulai redup pelaksanaannya adalah tradisi likuran atau 7 likur," kata Afriadi.

Guna memeriahkan, di tingkat kabupaten pemasangan lampu coluk diperlombakan. Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga menggelar Festival Lampu Coluk Ramadhan 1440 H tahun 2019. 

Kegiatan dalam rangka melestarikan tradisi masyarakat Melayu yang kental dengan nuansa Islam itu dibuka langsung Wakil Bupati Meranti H Said Hasyim di Taman Cik Puan Selatpanjang, Jumat (31/5/2019) malam.

Peresmian Festival Lampu Coluk yang dikemas dengan lomba Meriam Buluh (Bambu) di Kepulauan Meranti ditandai dengan penyulutan api perdana lampu dan peletupan Meriam Buluh oleh Wakil Bupati Meranti H Said Hasyim yang  turut didampingi Kapores Meranti AKBP La Ode Proyek, Sekretaris Daerah H Yulian Norwis dan pejabat lainnya.

Dalam pidatonya H Said Hasyim mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu, dikatakannya kegiatan ini murni tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat dan sudah menjadi tradisi dalam menunggu malam Lailatul Qadar dan kegembiraan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri untuk itu Wabup berharap kegiatan in harus terus dilestarikan jika perlu dikemas sedemikian rupa agar makna dari kegiatan yang kental dengan nuansa Islami itu tetap melekat dihati masyarakat.

"Kegiatan ini perlu dikemas sedemikian rupa agar tidak menghilangkan makna lampu colok itu. ini jurni kegiatan yang tumbuh dna berkembang dari masyarakat dan Pemerintah hanya membuna dna mengarahkan sesua dengan budaya Melayu yang kental dengan nuansa Islami," jelas Said Hasyim. (*)



Remaja Masjid Assobirin RW 1 Bandul membangun lampu coluk. (Foto:Syafrizal/FokusRiau.Com)






Penulis: Syafrizal
Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus