Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Upaya Pencarian Korban KM Sinar Bangun di Danau Toba Hari Ini Dihentikan

Selasa, 03 Juli 2018

Keluarga korban KM Sinar Bangun menangis saat prosesi tabur bunga. (Foto:Antara)

MEDAN-Hari ini menjadi hari terakhir operasi nasional pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya KM Sinar Bangun. Untuk memberikan penghormatan, rencananya akan digelar prosesi tabur bunga oleh pihak keluarga korban. Selain itu akan dilakukan peletakan batu pertama berisi nama-nama para korban. 

Batu itu nantinya akan menjadi monumen peringatan yang berdiri di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. "Penutupannya nanti mungkin jam 12 atau jam 13.00," kata Kepala Kantor SAR Medan Budiawan, Selasa siang. 

"Kami tim tidak lagi memantau di permukaan. Ada proses tabur bunga dan peletakan batu pertama untuk monumen KM Sinar Bangun oleh Bapak Bupati Simalungun," tambahnya. 

Budi turut mengucap syukur, karena semua pihak khususnya keluarga korban menerima keputusan tersebut. "Kemarin sempat ada perdebatan, tapi lama-lama mereka menyadarinya," ucap Budi. 

Lantas, apakah seluruh operasi pencarian dan penyelamatan korban akan berhenti total? 
 
Dia menjawab tidak. Secara nasional memang hari ini menjadi hari terakhir, namun Sumatera Utara tetap akan melakukan operasi rutin yang dilakukan Pol Air dan Lanal.

"Tim organik daerah tetap melakukan pencarian, operasi rutin dan patroli. Kapal-kapal kita tetap bergerak, Sumatera Utara-lah, khususnya Parapat- Danau Toba. Ada kantor kita juga di sini," ungkapnya. 

Ketika ditanya pelajaran yang bisa diambil dari operasi tim SAR gabungan selama 16 hari ini, Budi menyatakan, sistem harus diubah lebih membudayakan keselamatan. "Danau Toba indah, ini ciptaan Allah, jangan takabur... Budayakanlah safety," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, rekaman remotely operated vehicle (ROV) di kedalaman 450 meter Danau Toba pada operasi pencarian korban hari ke-11 menyebutkan, posisi bangkai KMP Sinar Bangun ditemukan sekitar tiga kilometer dari Pelabuhan Tigaras.

Dugaan ini diperkuat dengan terlihatnya beberapa sepeda motor, bagian-bagian kapal, dan mayat korban. Sampai hari ke-13, tim SAR gabungan masih menggunakan ROV dibantu dua pukat harimau yang diturunkan dari KMP Sumut I dan KMP Sumut II.

Namun bukan hal mudah untuk mengevakuasi para korban dan mengangkat bangkai kapal. Kedalaman danau menjadi kendala utama yang juga berdampak bagi para penyelamat. "Harus kita pikirkan matang-matang soal keselamatan, bagaimana kita bisa menolong, dan objek bisa terangkat. Masih rencana, apakah akan dilakukan pengangkatan atau tabur bunga dan mendoakan korban," tuturnya. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Kompas.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus