Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

Upaya Tanpa Henti Pemkab Inhu Tekan Penyebaran Covid 19 dan Lindungi Masyarakat

Jumat, 15 Mei 2020

Bupati Yopi Arianto SE meninjau Media Center Gugus Tugas Percepatan PenĂ nganan Covid 19. (Foto:Isti

INDRAGIRI HULU-Upaya percepatan pemutusan penyebaran virus Covid 19 di Kabupaten Inhu terus dilaksanakan. Selain melakukan rapid tes di masyarakat, Gugus Tugas Pencegahan Covid 19 juga terus mengaksifkan posko pengawasan yang dibentuk pada empat pintu masuk Inhu.

Pos pengawasan tersebut selain berfungsi sebagai penyaring masuknya orang yang diduga terpapar Covid 19, juga pusat pelaksanaan rapid tes masyarakat, terutama mereka yang datang dari luar Inhu. Selain itu, posko tersebut juga digunakan untuk menyampaikan keterangan pers seputar perkembangan Covid 19 di Inhu.

Sebelumnya, tim Gugus Tugas telah memlaksanakan siaran pers di tiga posko, yakni posko perbatasan Inhu-Jambi dan perbatasan Inhu-Pelalawan. "Kali ini, tim menggelar siaran pers di perbatasan Inhu-Kuansing," ujar Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 sekaligus Bupati H Yopi Arianto SE melalui juru bicara Jawalter Situmorang, Kamis (14/5/2020).

Bupati H Yopi Arianto SE menyebut, siaran pres di perbatasan selain disampaikan tim dari Kabupaten juga dari pihak kecamatan dan aparat desa yang menjadi satu kesatuan dalam memutuskan rantai penyebaran virus tersebut.

Dalam siaran persnya disampaikan, tim sudah melakukan teleconfrence dan tidak lagi berhadapan langsung, sesuai protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah soal social distansing.
 
  Tim Gugus Tugas menyampaikan siaran pers di Posko Pengawasan Perbatasan Inhu - Kuansing. (Foto:Istimewa)
 
Bupati mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi protokoler kesehatan yang selama ini telah disosialisasikan tim gugus tugas. Update data terakhir dari Dinas Kesehatan Inhu menyebut, tanggal 13 Mei 2020 terdapat ODP kumulatif dari 22 Maret sampai 13 Mei 2020 berjumlah 417 orang. Dimana OPD dalam pamantauan 13 orang dan OPD yang sudah selesai pemantauan 404 orang.

Sementara ODP yang diperiksa rapid tes sebanyak 352 orang, dengan hasil negatif 351 orang dan positif reaktif 1 orang. Sedangkan jumlah OTG 114 orang, sementara kumulatif pelaku perjalanan (PP) dari 28 Maret sampai 13 Mei 2020 berjumlah 4.332 orang. 

Dalam pemantauan 449 orang dan PP selesai pemanatuan berjumlah 3.883 orang. Untuk total PDP 9 orang, dimana PDP masih dirawat 3 orang dan PDP sehat serta pulang 6 orang. Sedangkan kasus positif covid 19 Inhu 3 orang dengan keterangan 2 orang berstatus dirawat dan 1 orang sudah sehat dan dipulangkan.

Staf Kesbangpol Inhu M Amin menambahkan, untuk pencegahan penularan dan menekan perkembangan Covid 19, Pemkab Inhu terus mengimbau seluruh staf, honorer dan relawan covid 19 untuk terus mematuhi protokol kesehatan. "Kita juga membuat surat edaran kepada forum mitra kerja Kesbangpol, yakni FKDM, FPK, FKUB dan pimpinan ormas/LSM untuk hal yang sama," tukasnya. 

Selain itu, pihaknya sudah membuat surat penundaan jadwal penandatanganan MoU internal dan blocking areal yang ditujukan kepada perusahaan dan kelompok tani yang akan melaksanakan penandatanganan MoU internal dan blocking areal.

Selain itu, antisipasi pencegahan penularan covid 19, membangun tangki cuci tangan sebanyak 30 unit di rumah ibadah, fasilitas umum dan fasilitas sosial serta memberikan bantuan beras 300 kilogram terhadap warga dampak pandemi covid 19.
 
  Kabid Penagihan Venisa Dwipa Sari didampingi Sekeretaris Bapenda Safridawati dalam teleconfrence di media center Gugus Tugas Covid 19. (Foto:Istimewa) 
 
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Inhu Arief Fadilah melalui Kabid Penagihan Venisa Dwipa Sari didampingi Sekeretaris Bapenda Safridawati dalam teleconfrence di media center gugus tugas Covid 19 menyampaikan, dampak pandemi Covid 19, pendapatan asli daerah (PAD) Inhu yang merupakan sektor andalan untuk kelanjutan pembangunan Inhu mengalami penurunan 7,91 persen. 

Dikatakan, PAD Inhu mengalami penurunan 7,91 persen sampai akhir tahun akibat dampak pandemi covid 19 yang terdiri dari pajak restoran, pajak hotel dan pajak hiburan. "Kalau target PAD Inhu Rp116 milar, maka realisasi PAD sampai 8 Mei 2020 masih 35,33 persen atau Rp41 miliar," ujarnya.

Seluruh formulir pengurus pajak disampaikan dalam bentuk sofcopy dan disampaikan ke Bapenda Inhu sudah dilakukan melalui email [email protected] atau melalui Whatsapp dengan nomor 0852 6597.0888 dan 0812 7689 134.

Sebagai tindak lanjut dari surat edaran Mentri Dalam Negeri Nomor 440/2436/SJ dan surat intruksi Mentri Dalam Negeri Nomor 1 tahun 2020 tentang pencegahan penyebaran dan percepatan penanganan Covid 19, Pemkab Inhu telah melakukan kebijakan pemberian insentif bagi wajib pajak berupa penghapusan sanksi administratif oajak daerah berdasarkan keputusan bupati Inhu nomor Kpts.234/IV/2020,teetanggal 8 April 2020.

Kemudian pemerintah Inhu melalui Bapenda dan Bagian Hukum SETDA melakukan kajian tentang kemungkinan diberikannnya pengurangan pajak daerah bagi wajib pajak UMKM dalam upaya penanganan dampak ekonomi akibat covid 19 katanya. (adv/diskominfo)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus