Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Advetorial

UPT PKB Dishub Dumai Hasilkan Pemasukan Rp450 Juta, Effendi: Uji Emisi Penting Untuk Kesehatan!

Rabu, 29 November 2017

Kantor UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Dumai. (Foto:Dika CP/FokusRiau.Com)

DUMAI-Sampai Oktober lalu, Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT PKB) Dinas Perhubungan Kota Dumai berhasil mengumpulkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp450 juta dari target sebesar Rp800 juta.

“Target PAD tahun ini sebesar Rp800 juta lebih. Sampai Oktober lalu, PAD yang telah dikumpulkan Rp450 juta,” ungkap Plt Kepala Dinas Perhubungan Dumai Asnar SP melalui Kepala UPT PKB Dishub Dumai Effendi.

Dikatakan, PAD itu didapat dari retribusi pengujian kendaraan bermotor. Ada beberapa item retribusi di Pengujian Kendaraan Bermotor, di antaranya Retribusi PKB Uji Emisi, Retribusi PKB Mobil Penumpang, Mini Bus, Mobil Penumpang Umum, Retribusi PKB Mobil Bak dan Mobil Barang, Retribusi PKB Kendaraan Khusus dan Tempelan.

Berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perubahan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Dumai Tahun Anggaran Perubahan 2017, PAD Retibusi PKB Uji Emis ditargetkan Rp500 juta berasal dari Retribusi PKB Mobil Penumpang, Mini Bus, Mobil Penumpang Umum ditargetkan sebesar Rp27 juta, dari Retribusi PKB Mobil Bak dan Mobil Barang Rp300 Juta lebih dan dari Retribusi PKB Kendaraan Khusus dan Tempelan diatrgetkan sebesar Rp4.800.000.

“Alhamdulillah, rata-rata perbulan PAD yang bisa kita kumpulkan dari Retribusi yang ada di Pengujian Kendaraan Bermotor sebesar Rp40 juta. Sampai akhir 2017, PAD yang bisa terkumpul sekitar Rp550 juta,” ungkap Effendi.
 
 
 Kepala UPT PKB Dishub Dumai Effendi. (Foto:Dika CP/FokusRiau.Com) 
 
Kenapa tidak mencapai target? 
Menurut Effendi, dari beberapa item Retribusi di PKB yang ditargetkan hanya Retribusi PKB Uji Emisi saja yang tidak mencapai target. Sedangkan Retibusi PKB lainnya, dari target yang telah ditetapkan semuanya tercapai, malahan berlebih.

Kendala tidak tercapainya target Retribusi Uji Emisi ini, menurut Effendi, masih kurangnya kesadaran masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor untuk melakukan uji emisi di UPT PKB yang berada di Jalan Soekarno – Hatta, Kelurahan Bagan Besar.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya membuat tim untuk melakukan uji emisi di tempat keramaian atau pinggir jalan guna mempermudah para pemilik kendaraan bermotor untuk melakukan uji emisi kendaraannya.

Terkait dengan menghentikan kendaraan di jalan, pihaknya juga bekerjasama dengan pihak Satlantas Polres Dumai dalam rangka mendukung uji emisi tersebut. “Kendala lain yang kami hadapi yakni cuaca seperti hujan yang tentunya kita menghentikan aktifitas. Belum tersedianya anggaran operasional uji emisi, terbatasnya jumlah kendaraan yang bisa di hentikan mengingat jumlah personil dan waktu yang terbatas,” terangnya.

Untuk mengatasi persoalan ini, menurut Effendi, solusi yang bisa dilakukan yakni, melakukan penambahan personil, menambah titik atau tempat pengujian kendaraan bermotor, memperbaharui/menambah alat dan meningkatkan sosialisasi kepasa masyarakat dan melanjutkan pembahasan kerjasama dengan Samsat.

“Untuk Retribusi Uji Emisi baru di gesa lebih kurang 3 bulan terakhir ini dan setiap bulannya bisa menghasilkan PAD sebesar Rp15 juta. Sehingga PAD yang diperoleh dari uji emisi hingga bulan Oktober ini sekitar Rp50 juta,” bebernya, Rabu (29/11/2017).
 
 
Kepala UPT PKB Dishub Dumai Effendi. (Foto:Dika CP/FokusRiau.Com) 
 
Effendi menambahkan, pada dasarnya, pihaknya ingin pemilik kendaraan bermotor menyadari bahwa uji emisi sangat penting guna mencegah penyakit-penyakit yang disebabkan oleh racun yang berasal dari asap kendaraan. Dimana, penyakit yang bisa terjadi, di antaranya pembekuan darah di otak, kerusakan paru-paru,  matinya sel-sel saraf dan lainnya.

Dengan memperhatikan ambang batas (Karbon monoksida (CO) = 1,5 persen maksimal), (hidrokarbon (Hc) = 200 ppm). Keduanya merupakan gas yang berbahaya, selain dapat mengancam kesehatan manusia gas tersebut juga berbahaya bagi alam semesta.

“Untuk itu, kami berharap seluruh masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor untuk dapat menguji emisi gas buang kendaraan bermotornya. Karena selain meningkatkan PAD juga membantu menggurangi tingkat pencemaran atau polusi udara akibat aktivitas kendaraan bermotor, sekaligus mewujudkan Dumai Go Green untuk mendukung program global warming,” tuturnya. (advetorial Dishub Dumai)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus