Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Usai Disomasi Wakilnya, Kini Bupati 50 Kota Irfendi Arbi Digugat Mantan Kadis!

Sabtu, 11 November 2017

Bupati Irfendi Arbi. (Foto:Istimewa)

PADANG-Setelah disomasi wakilnya Ferizal Ridwan, sekarang Bupati 50 Kota, Sumatera Barat Irfendi Arbi kembali menghadapi gugatan oleh bawahannya Ir Khalid. Sedianya, gugatan akan didaftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Padang, Jumat kemarin.

Khalid menggugat setelah dirinya dinonjobkan dari Kepala Dinas Kehutanan dan Pertambangan akhir Desember 2016 lalu. Dia mengaku menjadi korban kekuasaan periode kepemimpinan Irfendi Arbi-Ferizal Ridwan dan merasa menjadi korban politik. Usai nonjob, Khalid mengadu ke KASN di Jakarta dan akhirnya keluar surat KASN Nomor B-651/KASN/2/2017 yang ditujukan kepada Bupati Limapuluh Kota. 

Surat itu menerangkan, Keputusan Bupati Nomor 821/1693/BKD-LK/2016 tanggal 2016 tidak sesuai dengan ketentuan PP 18 Tahun 2016 dan Surat Edaran Menpan-RB Nomor B/3116/M/PANRB/09/2016 terkait Rotasi Antar JPTP terhadap 18 pejabat Kabupaten Limapuluh Kota. 

“Saat Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi naik haji Agustus 2017, jabatan eselon dua Khalid dikembalikan Ferizal Ridwan. Dia menjabat sebagai Kadis. Namun hal itu memicu suasana panas. Dia akhirnya kembali lengser setelah adanya surat dari gubernur untuk membatalkan pelantikan. "Saya bukan tidak mau digeser. Tapi harus sesuai aturan. Jangan semena-mena. Ini sama saja saya sudah menjadi korban politik dan kekuasaan. Padahal saya tidak tahu apa-apa dan sudah bekerja semaksimal mungkin selama ini. Karena itulah saya maju dan menggugat ke PTUN besok (hari ini-red)," kata Khalid, kemarin.

Persoalan yang digugat Khalid ke PTUN adalah Keputusan Bupati Nomor 436 tahun 2017 yang dinilai telah membatasi tugas Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan saat menjabat Pj Bupati. Aturan itu dinilai sengaja dikeluarkan bupati Juli 2017 sebelum keberangkatan ke tanah suci. 

Atas keputusan bupati inilah terbit surat perintah dari gubernur untuk membatalkan pelantikan pejabat eselon II  tanggal 18 Agustus oleh Ferizal Ridwan. "Yang saya PTUN kan keputusan bupati ini. Gara-gara keputusan tersebut saya dibatalkan menjabat," katanya. 

Dikatakan, dalam aturan pelantikan yang dilakukan oleh Pj Bupati Ferizal Ridwan sah. Hal ini telah sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014. "Saat Bupati cuti atau pergi keluar negeri, tugas pokok bupati seluruhnya diemban oleh wakilnya. Hal itu sudah ada dalam aturan," kata Khalid. 

Sementara itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan mengaku sudah memprediksi adanya ketidakpuasan beberapa ASN yang tumbuh dalam tubuh internal Pemkab Limapuluh Kota pascabanyaknya pejabat yang dinonjobkan bupati. Terlebih dengan terbitnya Surat KASN Nomor B-651/KASN/2/2017 pada Februari 2017 yang menegur bupati terkait mutasi pejabat akhir Desember 2016 silam.

"Saya melakukan pelantikan Agustus 2017 karena ingin merealisasikan aturan dan perintah dari KASN. Ternyata banyak yang menentang dan akhirnya SK pelantikan dibekukan.  Sekarang ini yang terjadi. Banyak ASN yang tidak puas dan sampai ada yang berani melaporkan bupati ke ranah hukum," kata Ferizal dikutip fokusriau.com dari laman harianhaluan.com. 

Saat ditanya hubungan rencana Khalid menggugat bupati ke PTUN dengan somasi Wabup ke bupati kemarin, Ferizal membantah hal tersebut. Dirinya meminta masyarakat tidak mengkait-kaitkan hal tersebut. Pasalnya, antara somasi dirinya ke bupati dengan laporan ASN ke PTUN itu berbeda. "Ini beda. Jangan kait-kaitkan somasi saya kemarin dengan rencana Khalid untuk mem-PTUN-kan bupati," katanya.

Sementara pengacara Bupati Limapuluh Kota Hanky Mustav Sabarta mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait adanya niat seorang pejabat nonjob yang ingin menggugat Irfendi Arbi ke PTUN. Namun jika telah dilaporkan, dirinya akan mempelajari pokok persoalan yang dituntut Khalid. "Belum dapat saya info itu. Tapi jika benar ingin melapor, silahkan. Itu hak dia sebagai warga negara. Siap tidak siap akan kami hadapi jika memang benar dilaporkan.  Yang jelas,  akan kami pelajari pokok persoalannya," kata Hanki saat dikonfirmasi. (boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus