Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Ustaz Abdul Somad Jelaskan Jumlah Rakaat Salat Tarawih Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Senin, 29 April 2019

Salat tarawih. (Foto:BlogACT)

PEKANBARU-Ramadan 1440 H segera tiba. Berbagai persiapan dilakukan umat Islam, termasuk mengetahui amalan yang sebaiknya dilakukan selama bulan suci tersebut. Satu di antara amalan Sunnah yang dilakukan di bulan Ramadan adalah Salat Tarawih. 

Tarawih dilaksanakan usai Salat Isya yang dilanjutkan dengan witir. Pada beberapa masjid, jumlah rakaat Salat Tarawih berbeda-beda. Ada yang melaksanakan 11 rakaat dengan witir ada juga 23 rakaat.

Terhadap hal itu, Ustadz Abdul Somad mengatakan, berdasarkan Hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA, Nabi SAW tidak pernah menambah di bulan Ramadan ataupun di luar Ramadan, jumlah rakaat Salat Tarawih tak lebih dari sebelas rakaat (termasuk Salat Witir).

"Jelas di situ disebutkan 11 rakaat. Tak lebih tak kurang. Lalu yang 23 rakaat itu datangnya dari mana?," kata Ustadz Abdul Somad.

UAS menjelaskan, itu riwayat disebutkan jumhur ulama dari kalangan Ahli Fiqh, Mazhab Hanafi, Mazhab Hambali, Daud Zohiri yang mayoritas ulama.

"Sesungguhnya kaum muslimin Sholat pada masa Umar Ibnu Khattab RA, dan Utsman Ibn Affan, Ali Ibn Abi Thalib, mereka Sholat 20 rakaat," kata Ustadz Abdul Somad mengutip satu keterangan.

Hal itu disepakati jumhur ulama. Nama imamnya Ubay Bin Ka'ab. 

UAS mengatakan, saat itu Umar Bin Khattab melihat orang Sholat di posisi berbeda-beda. 

Lalu Umar mengatakan, alangkah indahnya kalau disatukan menjadi satu.

"Imamnya diangkat Ubay Bin Ka'ab," kata UAS.

Ketika Umar Bin Khattab RA melihat kaum muslimin di Madinah Salatnya beramai-ramai 20 rakaat, Umar mengatakan, sebaik-baik bid'ah inilah dia. 

Imam Tirmidzi mengatakan, mayoritas ulama seperti diriwayatkan dari Umar Bin Khattab, Ali Bin Abi Thalib dan sahabat yang selain mereka berdua, 20 rakaat. "Itu juga pendapat Imam ats Tsauri dan Imam Ibnul Mubarak dan Imam Syafii mengatakan 20 rakaat," kata UAS.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, yang berbeda adalah Imam Malik Bin Anas.  "Menurut Imam Malik Bin Anas, Sholat Tarawih itu 36 rakaat, tambah Witir jadi 39," kata UAS.

Dari 23, menjadi 39. Kenapa bisa terjadi pembengkakan seperti itu?

Ustadz Abdul Somad mengutip pendapat al Hafidz Ibnu Hajar al-Atsqalani.

Ibnu Hajar mengatakan, orang Madinah Sholat 36 rakaat untuk mengimbangi orang Makkah. "Jadi orang Makkah itu setelah empat rakaat, mereka Tawaf. Orang Makkah Tawaf orang Madinah tak bisa Tawaf, karena tak ada Ka'bah. Maka di sela-sela itu mereka tambah lagi," kata UAS.

Jadi, menurut UAS, tak usah bingung soal masalah jumlah rakaat ini. (*)

 




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus