Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Usut Tuntas Kasus Korupsi RTH, FKMR: Tahan Para Tersangka!

Senin, 13 November 2017

Tugu Integritas Anti Korupsi RTH. (Foto: Media Center Riau)

PEKANBARU-Forum Komunikasi Masyarakat Riau (FKMR) mendesak  penanganan kasus dugaan korupsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pekanbaru diusut tuntas. Saat ini, kasus tersebut masih berjalan di Kejaksaan Tinggi Riau.

Ketua FKMR Provinsi Riau Firman Hadi kepada fokusriau.com menegaskan, kasus itu telah menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di Riau khususnya. Terlebih, kasus itu terjadi pada pembangunan tugu integritas anti korupsi yang dibangun di lingkungan RTH Pekanbaru.

"Hendaknya penanganan kasus ini menjadi momen penegakan hukum, khususnya lagi dalam tindak pidana korupsi. Jika perlu, tahan para tersangkanya," kata Firman.

FKMR sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan penegak hukum dalam kasus ini. Apalagi selama ini Riau sudah terkenal dengan pejabat-pejabatnya yang terlilit kasus korupsi.

"Yang kita sayangkan, kasus itu justru terjadi pada ikon integritas Riau dalam pengentasan korupsi yang diresmikan bertepatan dengan Hari Anti Korupsi 9 Desember 2016 lalu. Jujur saja dengan kejadian ini, kini sulit mempercayai para pejabat di Riau," tambah Firman.

Senada itu, Sekretaris FKMR Riau Bakhtiansyah mengungkapkan hal yang sama. Ditahannya tiga Gubernur di Riau yang terjerat kasus korupsi tiga kali berturut-turut, ternyata tidak membuat pejabat di daerah ini jera. Kasus ini menurutnya seharusnya bisa menjadi batu loncatan menuju Riau bermarwah yang bersih dari korupsi.

"Riau sudah dikenal di kancah nasional dengan hatricknya, tiga Gubernur kita berturut-turut masuk penjara karena terbukti terlibat kasus korupsi. Kesempatan ini mestinya bisa menjadi pembuktian bagipenegak hukum di Riau, bahwa mereka tidak main-main dengan kasus ini," kata Bakhtiansyah.

Kita minta agar semua pemangku jabatan di Riau bersikap transparan tentang anggaran. "Jika menggunakan sistem lelang untuk proyek-proyek pemerintah," paparnya.

Seperti diberitakan, dalam kasus ini Kejaksaan Tinggi Riau telah menetapkan sebanyak 18 tersangka. Salah satunya mantan Kepala Dinas PU Riau, Dwi Agus Sumarmo yang juga merupakan menantu mantan Gubernur Riau, Annas Maamun. Annas Maamun saat ini sudah terlebih dahulu menginap di hotel prodeo karena terlibat kasus suap alih fungsi hutan di Riau. (andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus