Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Video Oknum Polisi Penganiaya Tiga Bintara Viral, Kini Diperiksa Propam Polda Sumbar

Kamis, 26 Maret 2020

Kolase video akun Facebook Firmansyah Padang TerapiStroke. (Foto:Istimewa)

PADANG-Video oknum polisi yang terekam saat memukuli tiga bintara polisi beredar dan langsung viral di media sosial. Insiden pemukulan terjadi di Mapolres Padang Pariaman, Sumatera Barat. 

Kini, ketiga oknum polisi tersebut tengah diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumatera Barat.

"Saat ini, oknum tersebut sedang dalam pemeriksaan Propam Polda Sumbar untuk disel," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Kamis (26/3/2020).

Stefanus menuturkan, oknum tersebut akan dihukum secara tegas. Menurutnya, hal itu telah menjadi perintah Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. "Oknum perwira yang diduga melakukan penganiayaan terhadap bintara akan diproses hukum secara tegas, perintah bapak Kapolri," ucapnya.

Kendati demikian, dia tidak menegaskan apakah hukuman yang akan dijatuhkan berupa sanksi disiplin atau dapat mengarah ke pidana. Menurutnya, kasus tersebut masih ditangani Propam.

Stefanus menambahkan, pengambil video aksi kekerasan tersebut juga akan dimintai keterangan.

Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan seorang oknum polisi memukul tiga bintara itu sempat viral di media sosial. Video tersebut salah satunya diunggah akun Facebook Firmansyah Padang TerapiStroke, Rabu (25/3/2020) sekitar pukul 19.17 WIB.

Dalam unggahan tersebut ditulis "penganiayaan yg tdk pantas terjadi di tubuh Polri di Polres Padang Pariaman Polda Sumbar yang dilakukan oleh Ipda Septian dwi cahyo yang mengakibatkan Personel masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri karena dipukul berkali kali menggunakan kopel keras di bagian yg sangat sensitif yaitu di bagian kepala #kapolri #kadivpropampolri #humaspolri".

Stefanus menyebutkan, kejadian itu terjadi, Kamis (19/3/2020) lalu di halaman Mapolres Padang Pariaman, Sumbar. Kejadian berawal ketika tiga orang bintara itu terlambat datang sehingga diberi hukuman.

Akibat aksi itu, seorang bintara yang dipukul dengan ikat pinggang harus mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Pariaman. (*)
 
 

Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus