Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Wacana MUI Haramkan Game PUBG, Ustaz Abdul Somad: Kami Ikut Komisi Fatwa

Minggu, 31 Maret 2019

Tanggapan Ustaz Abdul Somad soal game PUBG. (Foto:Kolase Tribunpekanbaru)

PEKANBARU-Ustadz Abdul Somad angkat bicara soal wacana fatwa haram untuk games Player's Unknown Battle Ground (PUBG) oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pihaknya mempercayakan soal fatwa terkait PUBG tersebut kepada komisi fatwa MUI.

"Saya hanya mensosialisasikan (fatwa MUI)," katanya dalam wawancara dengan TVOne, beberapa waktu lalu.

Menurut UAS, senior-seniornya di komisi Fatwa MUI lebih paham soal itu. "Tuan-tuan guru di pusat menggodok itu, keluar fatwa baru kami sosialisasikan. Saya tidak mengeluarkan Fatwa, kami mengikut komisi Fatwa," katanya.

Wacana fatwa haram oleh MUI untuk game PUBG yang bergenre battle royale ini terjadi setelah kejadian teror di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Amirsyah mengatakan, jika MUI juga tidak menutupi kemungkinan untuk mengkaji game online lainnya. "Kami akan list supaya lebih lengkap. Game itu ada yang positif dalam konteks edukasi. Iya kan. Untuk matematika, untuk pengembangan ilmu pengetahuan," ujar Amirsyah.

"Tapi dalam bentuk substansi yang kekerasan, pornografi, horor, saya kira itu sangat jelas. Merusak pikiran-pikiran dari generasi muda kita. Bahkan tertanam sikap radikal teroris bagi mereka itu. Ini harus ditolak sesungguhnya," lanjut dia.

Saat ini, kata Amirsyah, MUI masih mengkaji dampak positif dan negatif yang muncul dari PUBG dan game lainnya.

Amirsyah mengatakan, kajian tersebut melibatkan sejumlah ahli, mulai dari bidang kesehatan hingga psikologi.

Nantinya, fatwa yang dikeluarkan MUI bergantung pada kajian yang melibatkan para ahli tersebut. Menurut Amirsyah, paling lambat bulan depan MUI sudah bisa merilis pernyataan resmi terkait game PUBG dan game lainnya.

"Ya tidak terlalu lama sih. Paling lama satu bulan bisa kita, bahkan lebih cepat lebih baik kan. Supaya orang tidak bingung," kata Amirsyah.

Terkait soal game PUBG Mobile mengandung unsur kekerasan hingga akan difatwakan haram. Menteri Pemuda dan Olahraga atau Menpora RI, Imam Nahrawi angkat bicara mengenai wacana Majelis Ulama Indonesia (MUI) melarang game daring yang mengandung kekerasaan berkelahi dan peperangan, seperti Player Unknown's Battle Grounds atau PUBG Mobile.

Menurut Imam Nahrwari, kajian mengenai wacana tersebut boleh-boleh saja. Namun, harus dilakukan dengan objektif. "Jangan kemudian pemain PUBG dikategorikan teroris," kata Imam usai menyaksikan babak final turnamen e-sports Piala Presiden 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Imam Nahrawi tak sependapat dengan anggapan yang mengkaitkan game dengan aksi terorisme. Menurut Imam Nahrawi aksi terorisme tak bisa dikaitkan dengan apa pun. "Karena teroris itu tidak ada kaitannya dengan apa pun, kecuali watak dan niatnya untuk jadi teroris. Kalau sudah main game ya sudah. Jangan dikait-kaitkan. Menurut saya begitu," ucapnya.

Dalam keterangan resminya, fitur tersebut telah mulai diuji coba sejak 21 Maret lalu di India. Fitur ini nantinya akan berupa sebuah pesan yang akan muncul ketika pemain PUBG Mobile sudah mencapai batas waktu 6 jam.

Jika pemain sudah melewati batas waktu tersebut, ia baru bisa kembali melakukan login di hari berikutnya. Menurut pihak Tencent, fitur ini memang sengaja dibuat agar PUBG Mobile tetap dapat dimainkan secara sehat dan bertanggung jawab.

Tencent pun mengakui, fitur ini dirilis karena adanya wacana pemblokiran PUBG Mobile di India. "Kami memperkenalkan sistem gameplay yang sehat di India untuk mempromosikan game yang seimbang dan bertanggung jawab, termasuk membatasi waktu bermain untuk pemain di bawah umur," ungkap Tencent melalui keterangan resminya.

"Karena itu kami terkejut mengetahui bahwa pihak berwenang setempat di beberapa kota telah memutuskan untuk memberlakukan larangan bermain game kami," lanjut mereka. (*) 





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Kompas.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus