Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Walikota Mahyeldi Tolak Iklan Rokok, Pemko Padang Kehilangan PAD Rp4 Miliar

Minggu, 18 Juni 2017

Walikota Mahyeldi menurunkan iklan rokok. (Foto:Istimewa)

PADANG-Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah menegaskan komitmennya untuk membebaskan Kota Padang dari Iklan Rokok 2018. Ini dilakukan untuk membentengi generasi muda dari dampak buruk rokok. Sebagai langkah nyata, sejumlah produk rokok yang izin pemasangan reklamenya berakhir tidak akan diperpanjang, sehingga reklamenya harus segera diturunkan. 

Beberapa reklame rokok yang diturunkan berada di Jalan Hamka dekat jembatan Basco Mall dan reklame rokok di dekat jembatan Siteba. Komitmen Padang bebas iklan rokok mulai 2018 disampaikan Walikota saat mengikuti penurunan reklame rokok di Jalan Hamka, Padang, Rabu lalu. 

“Keputusan tidak lagi menerima reklame rokok bukan hal baru. Ini sebenarnya sudah menjadi agenda Pemko Padang sejak 2014. Pertimbangannya karena lebih banyak dampak negatif iklan rokok bagi generasi muda, daripada dampak positifnya,” kata Mahyeldi. 

Dia merasa dikuatkan atas dukungan pelajar SMP dari 30 sekolah di Padang yang datang kepadanya untuk mengadukan keresahan mereka atas iklan rokok yang menyasar perokok pemula seperti pelajar SMP. Semakin besar dan kuat dukungan dari warganya, akan semakin menguatkan komitmen Pemko Padang untuk menjadikan Padang Bebas Iklan Rokok mulai 2018.

“Per 31 Desember 2017 semua reklame atau iklan rokok sudah tidak ada lagi di kota Padang,” ujar Mahyeldi sembari menyebutkan, termasuk iklan rokok yang menempel di kedai dan warung-warung atau yang menjadi papan nama toko.

Atas komitmen ini, Pemko Padang siap kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkisar Rp 3 milia - Rp4 miliar per tahun dari iklan atau reklame rokok. Namun, soal kehilangan PAD ini Mahyeldi mengaku tidak risau karena masih banyak sumber pendapatan PAD lainnya seperti rumah sakit, hotel dan restoran. 

Sementara itu, Ketua Lentera Anak Lisda Sundari menyampaikan apresiasi kepada Walikota Mahyeldi Ansyarullah atas komitmen tersebut. “Kami sangat mendukung komitmen Pak Wali Kota Mahyeldi melarang total iklan rokok di kota Padang, sebab pelarangan iklan rokok memang menjadi hal yang sangat penting dan mendesak. Iklan rokok menjadi faktor penyebab utama meningkatnya konsumsi rokok,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/6/2017). 

Berbagai studi, menurut Lisda, menunjukkan terpaan iklan dan promosi rokok sejak usia dini meningkatkan persepsi positif dan keinginan untuk merokok. Studi Uhamka 2007 juga menunjukkan, 46.3 persen remaja mengaku iklan rokok mempengaruhi mereka untuk mulai merokok. “Sehingga, bila faktor yang mempengaruhi anak untuk mulai merokok ini kita hilangkan, akan menjadi langkah besar untuk menurunkan jumlah perokok muda di Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya. (tempo)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus