Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Wanita Ternyata Paling Rentan Terserang HIV/AIDS

Senin, 16 Juni 2014


PEKANBARU-Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru, Helda S Munir mengatakan, penderita Human Immunodeficiency Virus Infection/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di Pekanbaru secara perlahan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

"Pekanbaru mengalami peningkatan cukup signifikan, bahkan tertinggi di Riau. Saat ini, untuk penderita HIV tercatat mencapai 558 orang dan untuk penderita AIDS mencapai 571 orang," kata Helda kepada wartawan, Senin (16/6) siang.

Sementara mereka yang paling rentan terjangkit virus mematikan itu adalah kaum ibu. Karena itu, virus tersebut dikhawatirkan sangat berisiko menular kepada anak-anak, terutama saat ibunya hamil dan terinveksi HIV. Untuk itu, Dinas Kesehatan selalu mengingatkan agar waspada dan selalu memeriksakan diri atau meningkatkan pengetahuan tentang ciri-ciri HIV/AIDS.

"Kita terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya penyebarannya. Kita juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesadaran dan rutin memeriksakan kesehatan diri agar dapat meminimalisir kemungkinan penyebaran virus mematikan tersebut," ulasnya.

Dikatakan, virus tersebut menyerang sistim kekebalan tubuh penderitanya dan sangat rentan menyerang seseorang pada usia antara 15-49 tahun. "Jadi mereka yang terserang adalah pada usia-usia produktif. Kita memberikan penyuluhan ke masyarakat agar mereka dapat menyampaikan informasi tersebut dalam rumah tangga mereka," tuturnya.

Di tempat terpisah, Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi mengaku prihatin dengan ditempatkannya Pekanbaru sebagai daerah tertinggi HIV untuk Riau. "Data yang masuk menyebutkan Pekanbaru sebagai daerah tertinggi di Riau yang terjangkit," ujarnya.

Ayat mengharapkan, penyuluhan Dinas Kesehatan bisa berjalan di tengah-tengah masyarakat dengan maksimal. Sehingga, penularan virus berbahaya tersebut dapat ditekan. "Penyuluhan kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap bahaya HIV/AIDS sangat penting dilakukan rutin. Ini diharapkan bisa menjadi benteng dan pencerahan kepada masyarakat," imbuhnya. (glh)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus