Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Warga Keluhkan Limbah, Manajemen Proyek Polloux Habibie Enggan Tanggapi

Jumat, 05 Januari 2018

Proyek Pollux Habibie yang sedang dibangun. (Foto: Indra H Piliang/FokusRiau.Com)

BATAM-Manajemen proyek Meiztertadt Batam (Pollux Habibie) Indratmo, terkesan enggan menyikapi dan merespon keluhan warga perumahan Citra Batam, terkait dampak negatif pembangunan mega proyek yang sedang berlangsung. Seperti diketahui, limbah proyek berdampak kepada pemukiman warga sekitar.

Tidak hanya itu, Indratmo yang merupakan humas proyek tersebut juga tidak bersedia menemui wartawan FokusRiau.Com sejak pemberitaan tentang keluhan warga Citra Batam diterbitkan. Sudah berkali-kali dikonfirmasi baik langsung ke kantornya di lantai II Hotel Harmoni One, Indratmo tidak bersedia ditemui. Bahkan konfirmasi yang dilakukan melalui telepon seluler dan whatsapp pun tidak ditanggapi. 

Sejauh ini, sedikitnya 80 kepala keluarga penghuni perumahan Citra Batam berharap itikad baik manajemen proyek Polloux Habibie dengan warga. Masyarakat yang bermukim bersebelahan dengan dinding proyek megah itu mengaku kecewa.

"Maaf, saya sedang meeting dengan Direksi di Jakarta," jawab Humas Manajemen Meiztertadt Batam (Pollux Habibie) Indratmo melalui whatsapps yang ditujukan kepada FokusRiau.Com, pekan lalu.

Sebelumnya, hal yang sama ditunjukan Badan Lingkungan Hidup Batam yang bertanggungjawab tentang Amdal proyek tersebut. BLH terkesan enggan menggomentari terkait limbah buangan dari proyek yang menggenangi perumahan warga itu.

"Sepengetahuan kami, Amdal proyek Pollux Habibie sudah diurus, tapi diminta ada perbaikan-perbaikan dan saran yang BLH berikan kepada mereka," kata salah seorang staf BLH Batam yang mengaku tidak memiliki kapasitas memberikan statemen terkait Amdal, Desember 2017 lalu.

Ketua RW 01 Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota Indra mengaku, sejak dirinya menjabat jadi Ketua RW di lingkungan perumahan Citra Batam tersebut, belum ada satupun surat atau rekomendasi yang dimintakan dalam Proyek Polloux Habibie yang dia tanda tangani. 

"Baik terkait sempadan maupun rekomendasi proses izin amdal dari lingkungan sekitar. Tata Kelola lingkungan ada sidang Amdalnya, itu pun tidak pernah melibatkan sempadan dan warga setempat," ujarnya kepada FokusRiau.Com, Rabu kemarin.

Disebutkan, saat permasalahan mencuat di media massa, Polloux  Habibie merespon dengan menutupi lubang air yang mengalir ke pemukiman warga perumahan Citra Batam. "Kayaknya mereka sedang action menutup lubang air pembuangan ke pemukiman warga kita," ujarnya.

Dia berharap, ada komunikasi antara kedua belah pihak, antara warga dan pengelolah proyek Pollux Habibie itu agar semua permasalahan bisa selesai. Sementara banyak sekali permasalahan yang terjadi di kedua belah pihak.

Sedikitnya 80 kepala keluarga warga perumahan mengeluhkan limbah project Meistertadt Batam (Pollux Habibie) yang menggenai jalan, pekarangan dan pemukiman warga yang bersebelah dengan project super blok milik mantan Presiden BJ Habibie tersebut.

Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan genangan air dan lumpur dari limbahan dari project yang akan dikembangkan jadi apartemen, mal, rumah sakit, perkantoran, universitas dan fasilitas lainnya di atas lahan dengan luas 9 hektare yang juga mencakup 11 tower. 

Pemko Batam dan BP Batam dalam hal ini sangat diharapkan turun tangan menyelesaikan masalah warga Perumahan Citra Batam dengan proyek Pullox Habibie yang sudah berlarut-larut. Selama ini ada pertemuan yang difasilitasikan oleh Lurah terkait Amdal proyek, tetapi hanya terkesan formalitas saja, tidak terlihat itikad baik dari perusahaan.

Air yang menggenang terutama di saat hari hujan, curahan dari dinding project pollux habibie ini menimbulkan kotoran dan debu dan lumpur yang dirasakan langsung masyarakat di perumahan Citra Batam. Perusahaan sendiri memang pernah berjanji membuat bak bendungan dari paralon lubang air yang keluar dari project Pollux itu, "tetapi nyatanya tidak ada," kesal Indra didampingi warga lainnya.

Setahun lebih project tersebut berjalan, selama itu pula dirasakan dampak negatifnya bagi warga Perumahan Citra Batam. Bahkan pernah dibuat kesepakatan bersama antara pihak pollux yang diwakili humasnya Saraswati dan Indratmo dengan perwakilan warga di kantor Lurah. Namun tidak ada realisasi dan niat baik perusahaan untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan di perumahan. 

"Warga juga sudah mulai kesal dan marah sampai mau anarkis, tapi kami sebagai perangkat RT dan RW masih dapat meredam gejolak warga. Kami minta Pak Wali Kota Batam dan pihak terkait untuk segera turun tangan segera bertindak menyelesaikannya," pinta Indra.

Salah seorang warga, Lam (46), mengaku sangat menyayangkan sikap dari pelaksana project Pollux Habibie. Dampak langsung terhadap perumahan tempat tinggalnya sangat terasa. Warga sempadan juga menagih janji Polloux Habibie agar direalisasikan.

Dari PropertiLaunch, proyek superblok milik  mantan presiden B.J. Habibie, Meistertadt Batam tersebut ditargetkan akan beroperasi pada tahun 2019 setelah melakukan prosesi dari groundbreaking. Proses groundbreaking tersebut adalah untuk membuktikan komitmen dari perusahaan untuk bisa mengembangkan serta memajukan perekonomian di kawasan Batam.

Meisterstadt adalah merupakan proyek kerja sama yang berkelanjutan antara Pollux Properties dengan B.J. Habibie. Kawasan kota Batam juga telah menjadi tempat tujuan ketiga yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan di Indonesia setelah kawasan Jakarta dan Bali. Letak dari kota tersebut juga cukup strategis dan berbatasan langsung dengan negara Singapura. 

Nantinya di proyek tersebut akan dikembangkan apartemen, mal, rumah sakit, perkantoran, universitas dan fasilitas lainnya di atas lahan dengan luas 9 ha yang juga mencakup 11 tower. Untuk fase pertama akan dikembangkan apartemen dengan luas 24-41 m2 dengan harga ntara Rp 300 juta sampai Rp 800 juta selain nantinya juga akan ada 128 unit ruko. (indra h piliang)


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus