Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Membangun Desa

Warga Satukan Dukungan untuk Pasangan MK-Fauzi

Sabtu, 05 Desember 2015


TANAH DATAR-Bukit Marapalam di Puncak Pato, Tanah Datar, menjadi saksi bisu du­kung­an masyarakat kabupaten itu terhadap calon gubernur Sumbar, MK-Fauzi. Hari itu, Jumat (4/12/2015), Bukit Marapalam yang meru­pa­kan tempat lahirnya falsafah adat Minangkabau, yakni Adat Basandi Syara’a, Sya­ra’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK), penuh oleh masyarakat setempat.

Kedatangan MK ke Bu­kit Marapalam disambut dengan antusias oleh masya­rakat yang saat itu datang ke sana juga untuk men­yak­si­kan kampanye calon bupati Tanah Datar, yakni Irdi­nan­syah Tarimizi –Zulfadri Darma (Irama).

''Kehadiran saya di Bukit Marapalam ini tepat dengan momentum tempat lahirnya Adat Basandi Syara’a, Syara’ Basandi Kitabullah dan visi misi MK-Fauzi yang berlandaskan falsafah Minangkabau itu. Untuk mem­bangun Sumatera Barat dengan falsafah itu perlu dilibatkan tigo tungku sajarangan, niniak ma­mak, cadiak pandai dan alim ulama,'' ujar MK, sebagaimana dilansir Haluan.

Sementara itu, Irdinansyah, mantan wakil bupati kabupaten itu menyatakan dukungannya terhadap MK-Fauzi karena sejak menjadi anggota DPRD di Pa­dang dan DPRD Sumbar, sudah mengenal sosok MK dan Fauzi, yang dikenalnya sebagai sosok yang visioner dan pekerja keras.

MK pun juga menyatakan dukungannya kepada Irama. MK dan Irdinansyah, selain partai mereka sama, yakni Golkar, nomor urut mereka sebagai calon kepada daerah juga sama, yakni nomor urut 1. Kesamaan tersebut memudahkan masyarakat Tanah Datar untuk memilih paket pe­mim­pin, yakni mencoblos no­mor 1 untuk memilih calon gu­bernur dan calon bupati.

Sebelum ke Bukit Ma­ra­pa­lam, MK blusukan ke Pasar Tanah Datar dan Pasar Pa­dang­panjang. Di kedua pasar tersebut, MK mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang berjual-beli di sana. Hampir semua masya­rakat di pasar itu mengenal sosok MK. Masyarakat pun me­man­faat­kan momentum itu untuk menopangkan harapan mereka sembari mengeluhkan kondisi pasar yang bocor, kotor, tidak mengalirnya air di saluran pem­buangan dan sebagainya. Mereka berharap kepada MK untuk me­mer­hatikan kondisi tersebut jika terpilih menjadi gubernur.

Mengenai hal itu, MK men­jawab, pasar-pasar tradisional memang harus direvitalisasi. Pemerintah Provinsi Sumbar sangat mungkin melakukan itu karena ada dananya dari pusat.

Menurut MK, menciptakan pasar yang bersih dan nyaman sangat penting karena pasar merupakan pusat berputarnya roda ekonomi di sebuah daerah.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Fauzi Bahar menemui masyarakat Silungkang, Kota Sawahlunto. Warga setempat  ber­harap kepada pasangan calon gubernur Sumbar, MK-Fauzi, untuk membantu memasarkan kerajinan tradisional khas daerah itu, yakni kain songket Silungkang.

Hal itu dikatakan tokoh ma­sya­rakat Silungkang, Fidel Mang­kuto Rajo, saat menyambut ke­da­tangan MK-Fauzi di Pasar Silungkang, Jumat (4/12/2015). Ke­da­tangan MK-Fauzi ke sana adalah untuk memenuhi undangan ma­sya­rakat Silungkang untuk me­non­ton pertunjukan gamaik, seni musik tradisional Minangkabau. Ratusan masyarakat setempat menyambut dengan antusias kedatangan MK-Fauzi.

Fidel menyebutkan, masya­ra­kat Silungkang menumpangkan harapan kepada MK-Fauzi ka­rena pemerintah daerah Sumbar sebelumnya tidak memerhatikan pemasaran songket Silungkang. Oleh karena itu, masyarakat Silungkang mendukung penuh MK-Fauzi pada Pilkada 9 De­sember nanti.

Mengenai dukungan terhadap MK-Fauzi, kata Fidel, karena masyarakat Silungkuang sudah mengenal MK-Fauzi sejak lama, sehingga komunikasi masyarakat di sana dengan MK-Fauzi cukup lancar. Dengan lancarnya ko­mu­ni­kasi tersebut, keluhan dan harapan masyarakat bisa di­dengar­kan dan dijawab langsung oleh pemimpin daerah.

''Kami butuh bantuan pe­me­rin­tah untuk membantu me­ma­sar­kan songket karena songket sudah menjadi ikon kerajinan tradisional Sawahlunto, bahkan Sumbar. Kami sangat bergantung kepada pembeli,'' ujar Fidel.

Ia menambahkan, perajin songket di Silungkang juga butuh pelatihan dari pemerintah untuk meningkatkat mutu songket yang dihasilkan.

Menjawab harapan masya­rakat Silungkang tersebut, MK-Fauzi sepakat mengatakan, Si­lung­kang adalah daerah yang terkenal dengan kerajinan tangan tradisional, terutama songket. Sebagian besar masyarakat di sana memiliki industri rumahan untuk membuat songket. Oleh karena itu, sudah sepatutnya pemerindah daerah, baik pro­vinsi mau pun kabupaten, mem­bantu memasarkan songket agar harganya lebih mahal sehingga pendapatan masyarakat Si­lung­kang bertambah, yang muaranya adalah kesejahteraan masyarakat setempat.

''Pemasaran yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membantu promosi songket de­ng­an sering menggelar pameran dan memasarkannya ke luar negeri, sehingga harganya mahal. Pemasaran ke luar negeri ini bisa dimulai di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura,'' ujar Fauzi Bahar. (end)



Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus