Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Yopi Ajak Seluruh Warga Jaga Kebersihan Sungai Indragiri

Kamis, 14 Februari 2013


RENGAT-Bupati Indragiri Hulu, Yopi Arianto mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersihan sungai. Karena bagi sebagian besar masyarakat, keberadaan sungai menjadi sesuatu yang sangat penting. Apalagi banyak di antara masyarakat Inhu yang masih menggantungkan sebagian besar aktivitas kehidupannya di sungai, seperti untuk mencuci, mandi dan kebutuhan lainnya.

Menurut Yopi, sebagian masyarakat yang bermukim di sepanjang Sungai Indragiri masih menggantungkan hidup dari sungai. Bukan hanya untuk aktivitas mencuci, mandi atau mengkonsumsi air minum, namun juga mencari ikan untuk kebutuhan hidup. Untuk itu, kualitas air sungai sangat berperan bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitar aliran sungai.

"Keberadaan air sungai Indragiri yang mengalir di Indragiri Hulu saat ini sangat berkait erat dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai," kata Yopi, Kamis (14/2).

Dikatakan, kualitas air yang mengalir di sungai Indragiri, menurut Yopi, mulai menurun dan keruh. Padahal, beberapa waktu lalu air sungai Indragiri masih sangat jernih dan layak untuk dikonsumsi warga sekitar. "Bila memang keruhnya kondisi air sungai tersebut akibat tingginya aktivitas pengerukan pasir di sepanjang aliran sungai oleh pihak tak bertanggungjawab, maka pemerintah akan segera bertindak," tukasnya.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia menyatakan, daerah aliran sungai Indragiri merupakan satu dari 14 aliran sungai di Indonesia yang masuk dalam katagori kritis. Rusaknya aliran sungai Indragiri dan 14 sungai lainnya di Indonesia, selain mengancaman warga sekitar sungai juga mengancam kelangsungan hidup ikan dan hewan lain di sungai setempat.

Kemenhut akhir tahun lalu mencatat, 14 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang rusak adalah Sungai Indragiri, Sungai Musi, Asahan Barumun, Jeneberang di Sulawesi Selatan, Sungai Benain Noelmina, Way Sekampung Seputih di Lampung, Sungai Wampu Sei Ular, Ciliwung, Citarum, Cimanuk, Citandui, Solo, Brantas, dan Sungai Serayu Opak Progo.

Saat ini, masyarakat yang bermukim di sepanjang DAS Indragiri mengaku mulai kesulitan memperoleh ikan di sungai untuk memenuhi kebutuhan hari-hari apalagi untuk dijual ke pasar. Ikan air tawar seperti patin dan baung sungai yang sejak dulu menjadi andalan warga, kini sulit didapat.

Bukan hanya di Sungai Indragiri, beberapa sungai kecil juga mengalami hal yang sama. Akibatnya, para nelayan tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sebab tak bisa lagi menjual ikan tangkapan di sungai ke pasar. Sejumlah pasar tradisional di Inhu, seperti pasar Pekanheran, Kecamatan Rengat Barat, ikan patin sungai dan ikan baung juga sudah mulai menghilang. Karena stok sedikit, maka harga ikan sungai inipun melambung.

Selain terancamnya kelangsungan hidup ikan dan makhluk hidup, kritisnya kondisi DAS Indragiri juga bisa membuat abrasi sungai. Persoalan banjir di kawasan DAS Indragiri sampai saat ini masih menimbulkan masalah tersendiri bagi masyarakat. Karena itu, Pemkab Inhu harus secepatnya mencari solusi untuk mengatasi kondisi DAS Indragiri yang makin lama makin kritis. (adv/hms)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus