Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Ziarah Kubur Berjamaah di Pangkalan Batang Bengkalis Riau, Tradisi Berdoa dan Silahturahmi

Minggu, 05 Mei 2019

Ziarah kubur berjamaah Desa Pangkalan Batang. (Foto:Tribunpekanbaru)

BENGKALIS-Menyambut bulan suci Ramadan, setiap daerah tentu punya tradisi sendiri. Begitu juga di Bengkalis dengan tradisi turun temurun dalam menyambut Ramadan, berupa ziarah kubur. Biasanya masyarakat melakukan ziarah kubur masing-masing saja, namun di sini ziarah kubur dilakukan berjamaah.

Ziarah dilakukan besama sama oleh warga satu kampung di taman pemakaman umum (TPU) di desa mereka. Sabtu kemarin, merupakan jadwal ziarah kubur berjamaah dilakukan di Desa Pangkalan Batang Bengkalis.

Ziarah dilakukan selepas bada Ashar, masyarakat di sana sudah berkumpul di TPU Dusun Sukajadi Desa Pangkalan Batang Bengkalis. Masyarakat yang datang terlihat menggunakan pakaian muslim. Kemudian duduk di sekitaran pondok TPU tersebut dengang alas seadanya yang telah disediakan.

Kelompok barisan depan merupakan tokoh agama, masyarakat dan tetuah kampung berada di dalam pondok. Kemudian kelompok di belakangnya barisan laki laki kemudiam menyambung hingga kebelakang barisan perempuan. Setelah berkumpul, dilakukan pembacaan doa doa serta bacaab tahlil bersamaan yang dipandu langsung oleh tokoh Agama di sana. 

Hampir sejam ritual doa dan tahlilan di bacakan. Usai kegiatan bersama ini, warga langsung berpencar dan menuju kuburan sanak keluarga mereka masing masing. Pihak Keluarga juga kembali melakukan pemanjatan doa dan kemudian menabur bunga dan air bunga disiramkan layaknya ziarah pada umumnya.

Hasan Basri (70), tokoh Agama Desa Pangkalan Batang menceritakan, tradisi ini sudah jadi ritual rutin desanya. Jauh dilakukan sejak abad 16 lalu. Warga Pangkalan Batang ini sebenarnya berasal dari Bukit Batu yang berada di seberang Pulau Bengkalis. Sejak abad keenam belas masuk pulau Bengkalis sudah ada ritual ziarah bersama ini.

Dijelaskan, ziarah bersama dilakukan pada Jumaat terakhir bulan syaban. Di mana sehari sebelum ziarah kubur diumumkan terlebih dahulu di Masjid akan melakukan ziarah kubur berjamaah keesokan harinya.

"Setelah diumumkan di masjid untuk melakukan ziarah kubur besoknya. Warga Pangkalan Batang akan melakukan gotong royong bersama terlebih dahulu sore hari setelah diumumkan. Gotong royong ini dilakukan dengan membersihkan TPU, sehingga saat ziarah sudah dalam keadaan bersih," tambahnya.

Untuk ziarah kubur memang tidak hanya dilakukan menjelang Ramadhan saja. Menjelang lebaran Idul Fitri juga dilakukan warga, Namun untuk yang berjamaah seperti ini hanya sekali setahun ketika menuju bulan Ramadhan.

Terkait ziarah kubur dilakukan menjelang Ramadan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bengkalis Amrizal mengatakan, ziarah kubur muncul sejalan dengan proses Islamisasi di Bengkalis.

Maksudnya ulama ulama yang berasal dari luar Bengkalis dahulunya selain mengajarkan Ilmu Agama terkait akidah dan ibadah, tetapi mereka juga mengalakkan ziarah kubur. "Ziarah kubur yang diturunkan secara turun temurun ini, memiliki makna sendiri. Diantaranya sebagai upaya berbuat baik kepada orang yang sudah meninggal, dengan mendoakan mereka," katanya.

Selain itu, ziarah kubur juga memiliki makna agar yang datang ke kuburan ini untuk mengingat kematian. Sehingga diharapkan dengan ini bisa membuat sadar dan kembali menjalankan perintah agama dengan benar.

"Ziarah kubur ini bisa dilakukan kapan saja sebenarnya, namun orang dahulu mengambil momen menjelang Ramadhan dilakukan secara berjamaah, sehingga diikuti sampai saat ini," terang Amrizal. (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus