Home    

Masuk Sekolah, Capella Honda Beri Edukasi Safety Riding di SMKN 2 Tembilahan
Jumat, 18 Januari 2019 - 14:41:56 WIB

Masuk Sekolah, Capella Honda Beri Edukasi Safety Riding di SMKN 2 Tembilahan

INDRAGIRI HILIR-SMKN 2 Tembilahan bekerjasama dengan safety riding PT. Capella Dinamik Nusantara menggelar edukasi safety riding untuk siswa kelas Xl. 

Mengusung tema acara "Masuk sekolah, #cari_aman lagi", para peserta diberikan pengetahuan tentang bagaimana cara #cari_aman saat di jalan raya mulai dari persiapan sampai perlengkapan berkendara. 

"Terima kasih kepada tim Safety Riding Honda dan Capella Honda tembilahan yang telah datang ke SMKN 1 Tembilahan untuk melakukan giat edukasi safety riding. Kegiatan ini bermanfaat bagi siswa-siswi, terutama di jalan raya. Kami harapkan peserta yang mengikuti kegiatan ini aktif bertanya dan mengikuti acara dengan baik hingga acara selesai," kata Sufriadi, Kepala SMKN 2 Tembilahan. 

Diharapkan, ke depannya acara tersebut terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjadi program tahunan bagi terkait edukasi safety riding. Acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari pimpinan dealer Capella Tembilahan, Danil.

"Di Inhil penjualan sepeda motor sudah mencapai 11.400 unit di tahun 2018. Dengan 9.986-nya adalah merk Honda. Tentunya angka ini menjadi tanggung jawab kami selaku salah satu produsen sepeda motor untuk aktif dalam giat edukasi keselamatan berkendara di masyarakat. Etika saat berkendara di jalan raya sangat penting. Pentingnya budaya berkendara yang #cari_aman dapat menekan angka kecelakaan yang disebabkan oleh faktor Manusia. Masuk sekolah, #cari_aman lagi. Pakai helm dan jaket mu, #cari_aman!," ujar Daniel. 

Acara dilanjutkan dengan materi. Kali ini materi disampaikan oleh Abdullah Hamdi dan Arif Rahman Hakim selaku instruktur safety riding PT. Capella Dinamik Nusantara. 

"Resiko yang dibonceng dengan pengendara pada saat di jalan adalah sama. Agar aman saat dibonceng, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, pembonceng wajib gunakan kelengkapan safety riding seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu. Kedua, untuk memudahkan pengemudi motor, pembonceng harus duduk menghadap ke depan searah dengan pengemudi," paparnya.

Ketiga, pembonceng berpegangan kepada pengemudi dan lutut menjepit ringan sehingga pergerakan pembonceng akan mengikuti pergerakan pengemudi. Untuk wanita hindari duduk dengan posisi miring saat dibonceng, karena Motor akan jadi berat sebelah dan menyulitkan dalam pengendaliannya. 

"Hindari juga menggunakan celana yang berumbai atau rok lebar sehingga berpotensi tersangkut kedalam roda atau rantai," kata Abdullah Hamdi pada saat mendemokan postur berboncengan. 

Acara berjalan dengan lancar dan seru, peserta sangat aktif bertanya dan bersemangat. "Edukasi ini sangat bermanfaat bagi kami, kami bisa tahu bahwa berboncengan itu ada postur amannya. Selama ini kita berboncengan tanpa menggunakan helm, berboncengan hanya memegang pegangan belakang motor dan ternyata pegangan belakang motor gunanya untuk memarkirkan motor ke posisi standar dua, bukan untuk pegangan saat dibonceng," ulasnya.

"Saya berharap ke depannya teman-teman lebih hati-hati saat berkendara, wajib pegangan dan pakai helm," ungkap M. Idris, salah satu peserta dari kelas XI pada saat diwawancara setelah acara. (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Rilis






CAPELLA DINAMIK NUSANTARA

Jl. Soekarno-Hatta - Pekanbaru
Telp: (0761) 7892111 - 7892088

berita sebelumnya
 
       
 
  oneheart